Dirjen Pendidikan Tinggi Puji Universitas Muslim Indonesia

Sabtu, 10 April 2021 - 15:56 WIB
loading...
Dirjen Pendidikan Tinggi...
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Ir Nizam (kanan). Foto: Humas UMI
A A A
MAKASSAR - Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan pertemuan silaturahmi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Ir Nizam di Rumah Makan Lae-lae, Rabu 7 April lalu.

Dalam kegiatan itu, turut pula dilakukan penyerahan pin emas penghargaan pengabdian keinsinyuran kepada Prof Ir Nizam. Dalam kesempatan itu, Prof Nizam memberikan apresiasi terhadap UMI .

Baca juga: 400 Peserta dari 40 Kampus Ramaikan Ibnu Sina Medical Competition FK UMI

"Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pertama itu lahir dari UMI . Dengan keberanian dan kenekatan Pak Dekan, alhamdulillah saat ini sudah 1.200 alumni dari FTI UMI ," ungkap Prof Nizam dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.

Sektor insinyur, kata Prof Nizam, saat ini menjadi sektor yang terbuka secara regional, dan akan terbuka secara internasional. Dalam sejarahnya, Indonesia belum memiliki insinyur profesional dan itu menjadi tantangan untuk mewujudkan profesi insinyur dengan cepat.

"Hal ini karena belum ada undang-undang yang mengatur. Namun setelah melalui pembahasan panjang dengan Komisi X DPR RI terbitlah Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 yang menjadi dasar penerbitan profesi insinyur di Indonesia," jelasnya.

Baca juga: 27 Mahasiswa UMI Lolos Program Kampus Mengajar Kementerian Pendidikan

Sebelumnya, lanjut Prof Nizam, lulusan Fakultas Teknik bergelar insinyur, namun setelah tahun 1979 berubah menjadi sarjana teknik dan SKS-nya turun dari 165 sks menjadi 144 sks.

"Di dalam undang-undang keinsinyuran, diatur profesi insinyur bisa didapat melalui dua cara yakni pengalaman yang disetarakan atau melalui pendidikan profesi," kata Prof Nizam.

Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UGM itu mengungkapkan bahwa, tugas terbesar bagi institusi pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan reguler profesi insinyur dengan harapan anak didik mendapatkan kompetensi sebagai seorang insinyur yang profesional.

Baca juga: Perayaan Isra Miraj, Rektor UMI Tekankan Refleksi Makna Salat di Keseharian

"PR terbesar seorang insinyur adalah menciptakan yang belum ada menjadi ada, sehingga kalau melihat proyeksi dari kebutuhan industri sangat tinggi tetapi kemampuan kita untuk menghasilkan insinyur masih sangat terbatas, sekalipun pendidikan sarjana teknik itu termasuk terbanyak tetapi dalam menghasilkan insinyur profesional masih terbatas," ungkapnya.

Prof Nizam juga mengungkapkan keprihatinannya dengan malpraktik keinsinyuran yang masih terjadi."Jembatan baru jadi roboh, gedung baru jadi roboh, ini menunjukkan bahwa mengawal muruah profesi insinyur menjadi tugas kita bersama. Tapi saya yakin dengan semangat kita untuk melakukan perbaikan dan mau belajar, insyaallah akan lebih baik," harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof Nizam berpesan untuk menjaga profesionalisme, menjaga muruah dari keinsinyuran. "Karena yang bisa menjaga muruah keinsinyuran itu dua, kita perguruan yang menghasilkan insinyur dan PII," pungkasnya.

Baca juga: UMI dan UCYP Pahang Malaysia Sepakati Kolaborasi Internasional

Silaturahmi itu dihariri Rektor UMI Prof Basri Modding, didampingi Wakil Rektor III Dr Nasrullah, dan Wakil Rektor V Prof Hattah Fattah. Hadir Dekan FTI UMI Dr Zakir Sabara beserta jajarannya.

Turut hadir pula Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Jasruddin, Sekretaris Pelaksana LLDikti Wil IX, Andi Lukman, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Heru Dewanto, Direktur Eksekutif PII Faisal Safa, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Fatah Sulaiman, dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Asep Ridwan.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa FK UMI Gelar...
Mahasiswa FK UMI Gelar Bakti Sosial di SD Inpres 222 Sampulungan
Fakultas Sastra UMI...
Fakultas Sastra UMI Beri Pembekalan ke Mahasiswa Baru 2022
Milad ke-55 Tahun, Prof...
Milad ke-55 Tahun, Prof Sufirman Rahman Berkomitmen Wujudkan Cita-cita UMI
Rekomendasi
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved