Bernyali! Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja
Jum'at, 09 April 2021 - 17:55 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Pria satu ini sungguh bernyali. Sandi namanya. Sandi yang bekerja di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok berusaha membongkar dugaan korupsi di tempatnya bekerja.
Bahkan, dia berpose membawa poster bertuliskan “Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar.” Aksinya itu viral di media sosial.
Baca juga: Parkir Liar Seberang Balai Kota Depok, Kendaraan Digembok
Sandi mengungkapkan sarana dan prasarana yang diterima petugas Damkar tidak sesuai spesifikasi. Padahal, dalam melaksanakan tugas dirinya berhadapan dengan bencana. “Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,” ujarnya, Jumat (9/4/2021).
Menurut dia, yang dimaksud peralatan tidak sesuai spesifikasi misalnya selang air. Selang tersebut disebut nilainya jutaan rupiah. “Tapi, hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen dan barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” ungkapnya.
Dia menduga ada penggelapan dana lain. Dia mengaku pernah menandatangani bukti penerimaan uang sebesar Rp1,8 juta, namun yang diterima hanya separuhnya. “Hanya menerima Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” ucapnya.
Baca juga: Mengenal Robot LUF 60, Alat Canggih untuk Memadamkan Api yang Dimiliki Damkar DKI
Bahkan, dia berpose membawa poster bertuliskan “Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar.” Aksinya itu viral di media sosial.
Baca juga: Parkir Liar Seberang Balai Kota Depok, Kendaraan Digembok
Sandi mengungkapkan sarana dan prasarana yang diterima petugas Damkar tidak sesuai spesifikasi. Padahal, dalam melaksanakan tugas dirinya berhadapan dengan bencana. “Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan,” ujarnya, Jumat (9/4/2021).
Menurut dia, yang dimaksud peralatan tidak sesuai spesifikasi misalnya selang air. Selang tersebut disebut nilainya jutaan rupiah. “Tapi, hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen dan barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” ungkapnya.
Dia menduga ada penggelapan dana lain. Dia mengaku pernah menandatangani bukti penerimaan uang sebesar Rp1,8 juta, namun yang diterima hanya separuhnya. “Hanya menerima Rp850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot disinfektan. Kemarin-kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” ucapnya.
Baca juga: Mengenal Robot LUF 60, Alat Canggih untuk Memadamkan Api yang Dimiliki Damkar DKI
Lihat Juga :