Gubernur Ridwan Kamil Dorong Peneliti dan Mahasiswa Riset Kendaraan Listrik

loading...
Gubernur Ridwan Kamil Dorong Peneliti dan Mahasiswa Riset Kendaraan Listrik
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung segala inovasi kendaraan listrik. Foto/Ist.
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung segala inovasi kendaraan listrik dilakukan peneliti dan mahasiwa Jawa Barat. Penelitian di universitas penting agar nantinya ada standar khusus pembuatan kendaraan listrik.

Baca juga: Ridwan Kamil Bersama Erick Thohir Tinjau Sentra Vaksinasi Kementerian BUMN

"Silakan berlomba dengan melakukan riset membuat teknologi baterai yang murah dan makin ringan karena masih ada yang bagus tapi masih berat," ujarnya saat hadir pada acara Sosialisasi dan Pameran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai pada Lingkungan Pemda Provinsi Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).



Kang Emil -sapaan akrabnya-juga minta industri memproduksi teknologi baterai di Jabar untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik. Ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gesit di Bogor dan TVS di Karawang. "Hal itu menunjukkan kalau urusan infrastruktur kendaraan mobil, motor memang ekosistemnya ada provinsi kami," sebutnya.



Baca juga: Tabanan Gempar, 2 Orang Terima Raskin Pulangnya Naik Mobil Toyota Terios

Ridwan Kamil juga akan mendorong PLN terus berinovasi dalam membuat sumber energi dari sumber alam terbarukan ini. "Kami akan dorong PLN juga untuk terus berinovasi mendorong hal ini sambil juga pelan-pelan sesuai Undang-undang EBT yang dipersiapkan menggeser energi fosil fuel menuju terbarukan seperti angin, matahari, air, panas bumi dan lain-lain," cetusnya.

Baca juga: Lagi Asyik Berhubungan Seks, Puluhan Pasangan di Tasikmlaya Ini Kaget Digerebek Petugas

Dia juga minta para PNS yang berada di lingkungan Pemda Provinsi Jabar untuk ikut dalam gerakan mengampanyekan kendaraan listrik. "Saya memohon kepada PNS duluan yang punya aspirasi pribadi untuk ikut dalam kampanye gerakan mobil atau motor yang bersumber dari baterai, karena untuk merek banyak pilihan dan PNS itu contoh kalau di pemerintahan untuk masyarakat," tutupnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top