23 Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur, Bantuan Belum Datang
Minggu, 04 April 2021 - 13:36 WIB
loading...
Sebanyak 23 orang tewas akibat bencana longsor dan banjir bandang di Desa Nelelamadiken, Kecamatan Ileboleng, Kabupaten Flores Timur. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
FLORES TIMUR - Sebanyak 23 orang tewas akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Nelelamadiken, Kecamatan Ileboleng, Kabupaten Flores Timur, NTT. Para korban berhasil dievakuasi oleh warga dengan alat seadanya.
Baca juga: Flores Timur Gempar, Longsor Terjang Adonara 10 Tewas dan Puluhan Orang Hilang
"Untuk sekarang sudah ada 23 orang yang kami evakuasi. Semuanya meninggal dunia . Kita belum lakukan identifikasi korban ," kata Sekretaris Desa Nelelamadiken, Natalia Uba Arakian, Minggu (4/4/2021) siang.
Menurutnya, korban masih terus bertambah sebab rata-rata rumah warga yang tertimbun lumpur dan roboh mencapai ratusan. Untuk sekarang, sangat membutuhkan bantuan berupa tim medis, dokter, obat-obatan dan tenda untuk pos pelayanan kesehatan.
"Yang paling penting sekarang adalah kami butuhkan obat-obatan , dokter, perawat, logistik, air bersih, tenda jadi dan makanan," sambung Natalia. Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan
Selain korban jiwa, Natalia juga mengatakan, puluhan rumah milik warga ikut tertimbun lumpur dan tidak sedikit juga lenyap tersapu banjir bandang . "Puluhan rumah rata tertimbun lumpur. Tidak bisa lagi ditempati. Dan sekitar 30 rumah lainnya hilang kena hantaman banjir ," katanya.
Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas
Saat ini, jenazah korban banjir bandang dan longsor disemayamkan di Kantor Desa Nelelamadike. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh warga, dengan menggunakan peralatan seadanya karena belum ada bantuan yang datang.
Baca juga: Flores Timur Gempar, Longsor Terjang Adonara 10 Tewas dan Puluhan Orang Hilang
"Untuk sekarang sudah ada 23 orang yang kami evakuasi. Semuanya meninggal dunia . Kita belum lakukan identifikasi korban ," kata Sekretaris Desa Nelelamadiken, Natalia Uba Arakian, Minggu (4/4/2021) siang.
Menurutnya, korban masih terus bertambah sebab rata-rata rumah warga yang tertimbun lumpur dan roboh mencapai ratusan. Untuk sekarang, sangat membutuhkan bantuan berupa tim medis, dokter, obat-obatan dan tenda untuk pos pelayanan kesehatan.
"Yang paling penting sekarang adalah kami butuhkan obat-obatan , dokter, perawat, logistik, air bersih, tenda jadi dan makanan," sambung Natalia. Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan
Selain korban jiwa, Natalia juga mengatakan, puluhan rumah milik warga ikut tertimbun lumpur dan tidak sedikit juga lenyap tersapu banjir bandang . "Puluhan rumah rata tertimbun lumpur. Tidak bisa lagi ditempati. Dan sekitar 30 rumah lainnya hilang kena hantaman banjir ," katanya.
Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas
Saat ini, jenazah korban banjir bandang dan longsor disemayamkan di Kantor Desa Nelelamadike. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh warga, dengan menggunakan peralatan seadanya karena belum ada bantuan yang datang.
(eyt)
Lihat Juga :