Selidiki Kasus Narkoba di Jakarta, Begini Penampilan Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies
Sabtu, 03 April 2021 - 06:15 WIB
loading...
Kapolri ke-5, almarhum Jenderal Polisi (Purn) Drs H Hoegeng Iman Santoso. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kasus penyalahgunaan narkoba di Jakarta ternyata sudah ada sejak era 1960 hingga 1970-an, seiring masuknya budaya asing ke tanah air. Kasus narkoba yang marak di Ibu Kota menjadi perhatian serius Kapolri ke-5, almarhum Jenderal Polisi (Purn) Drs H Hoegeng Iman Santoso .
Dalam kurun 1960 hingga 1970-an, para pemuda menggandrungi grup musik rock asal Barat dan meniru gaya hidup para rocker. Termasuk beberapa kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan narkoba (ketika itu yang terkenal Mariyuana) dan seks bebas.
Bahkan di Barat muncul istilah Generasi Bunga yang menentang kemapanan dan segala bentuk kekerasan. Penampilan merak memiliki ciri khas, berpakaian tak karuan, rambut gondrong, gemar musik rock, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas.
Banyak laporan yang diterima kepolisian terkait marak pemakaian narkoba, menarik minat Hoegeng untuk menyelidiki sendiri secara langsung. Dia pun memutuskan melakukan penyamaran untuk mendapat informasi yang valid. (Baca juga; Wasiat Romantis Jenderal Hoegeng Minta Dimakamkan di Tajur Halang Bogor, Ada Pesan Unik di Nisannya )
Atas saran anak buahnya, Hoegeng pun menyamar sebagai seorang hippies. Berambut gondrong, berkumis tipis, pakaian urakan, sapu tangan diikat di leher, menggenakan kalung, dan menyelipkan bunga mawar di telinganya.
Dalam kurun 1960 hingga 1970-an, para pemuda menggandrungi grup musik rock asal Barat dan meniru gaya hidup para rocker. Termasuk beberapa kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan narkoba (ketika itu yang terkenal Mariyuana) dan seks bebas.
Bahkan di Barat muncul istilah Generasi Bunga yang menentang kemapanan dan segala bentuk kekerasan. Penampilan merak memiliki ciri khas, berpakaian tak karuan, rambut gondrong, gemar musik rock, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas.
Banyak laporan yang diterima kepolisian terkait marak pemakaian narkoba, menarik minat Hoegeng untuk menyelidiki sendiri secara langsung. Dia pun memutuskan melakukan penyamaran untuk mendapat informasi yang valid. (Baca juga; Wasiat Romantis Jenderal Hoegeng Minta Dimakamkan di Tajur Halang Bogor, Ada Pesan Unik di Nisannya )
Atas saran anak buahnya, Hoegeng pun menyamar sebagai seorang hippies. Berambut gondrong, berkumis tipis, pakaian urakan, sapu tangan diikat di leher, menggenakan kalung, dan menyelipkan bunga mawar di telinganya.
Lihat Juga :