Ibadah Peringatan Jumat Agung di Toraja Berlangsung Aman
Jum'at, 02 April 2021 - 17:35 WIB
loading...
Suasana ibadah peringatan Jumat Agung di gereja Toraja Jemaat Lamunan Klasis Makale Tengah. Jumat, (02/04/2021). Foto: Sindonews/Joni Lembang
A
A
A
TORAJA - Peringatan Kematian Yesus Kristus di kayu salib atau lebih dikenal Jumat Agung di berbagai gereja di Toraja berlangsung khidmat dan lancar, Jumat, (2/4/2021).
Peringatan wafatnya Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia dirayakan dengan berbagai cara baik bentuk teatrikal maupun ibadah di gereja.
Di Gereja Toraja Jemaat Lamunan Klasis Makale Tengah, ratusan jemaat sangat antusias mengikuti ibadah Jumat Agung yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin Pendeta Frans G Linthin.
Baca Juga: 520 Personel Polrestro Jakarta Utara Jaga 94 Gereja saat Ibadah Jumat Agung
Dalam renungannya, Pendeta Frans G Linthin mengatakan, Jumat Agung merupakan hari yang istimewa bagi umat Kristiani. Melalui peringatan Jumat Agung , Umat Kristiani mengenang, menghayati dan mengalami kembali kisah pengorbanan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
"Perayaan Jumat Agung ini menjadi momentum bagi umat Kristiani mengenang dan menghayati pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang rela disalibkan untuk menebus dosa umat manusia," katanya.
Pdt Frans juga mengajak seluruh jemaat untuk saling mengasihi dan berbuat baik terhadap sesama manusia
Peringatan wafatnya Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia dirayakan dengan berbagai cara baik bentuk teatrikal maupun ibadah di gereja.
Di Gereja Toraja Jemaat Lamunan Klasis Makale Tengah, ratusan jemaat sangat antusias mengikuti ibadah Jumat Agung yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin Pendeta Frans G Linthin.
Baca Juga: 520 Personel Polrestro Jakarta Utara Jaga 94 Gereja saat Ibadah Jumat Agung
Dalam renungannya, Pendeta Frans G Linthin mengatakan, Jumat Agung merupakan hari yang istimewa bagi umat Kristiani. Melalui peringatan Jumat Agung , Umat Kristiani mengenang, menghayati dan mengalami kembali kisah pengorbanan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
"Perayaan Jumat Agung ini menjadi momentum bagi umat Kristiani mengenang dan menghayati pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang rela disalibkan untuk menebus dosa umat manusia," katanya.
Pdt Frans juga mengajak seluruh jemaat untuk saling mengasihi dan berbuat baik terhadap sesama manusia
Lihat Juga :