Respons Aksi Terorisme di Mabes Polri, Polantas di Tangerang Pakai Rompi Anti Peluru

Kamis, 01 April 2021 - 10:48 WIB
loading...
Respons Aksi Terorisme...
Dua orang anggota polisi memakai rompi antipeluru melakukan penjagaan di pos pengamanan. Foto: Isty Maulidya/MPI
A A A
TANGERANG - Aksi penyerangan terduga teroris di Mabes Polri pada Rabu 31 Maret 2021 membuat jajaran polisi di wilayah Tangerang menebalkan pengamanan di markas masing-masing. Penebalan keamanan ini seperti memasang kawat berduri di luar pagar hingga memeriksa barang bawaan masyarakat yang ingin masuk ke area Mapolres.

"Menyikapi perkembangan, saya perintahkan Kasat Sabhara untuk parkiran samping penjagaan kita tutup kawat duri. Untuk penjagaan, semua masyarakat yang masuk harus digeledah barang bawaannya, dan meninggalkan kartu identitas," terang Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Wahyu juga memerintahkan semua personel piket khususnya penjagaan untuk menggunakan perangkat pengaman lengkap. Tidak hanya itu,anggota yang bertugas di lapangan terutama personel dari Satuan Lalu Lintas, akan melaksanakan tugas dengan buddy sistem, bahkan memakai rompi anti peluru dan dibantu anggota bersenjata api.

"Anggota lalu lintas gunakan rompi dan pakai helm. Pengaturan lalu lintas harus lebih dari satu orang dengan dibantu anggota bersenjata api," tandasnya. Baca juga:Mabes Polri Diserang, Jokowi: Tak Ada Tempat bagi Terorisme di Tanah Air

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan hal serupa juga dilakukan oleh di Polres Metro Tangerang Kota. Pengawasan keamanan, dengan memeriksa setiap masyarakat yang hendak masuk ke markas dan dilarang menggunakan jaket.

"Wajib dilakukan pemeriksaan barang bawaan termasuk tas kepada masyarakat yang masuk ke Polres. Lebih ditingkatkan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk markas komando," ujarnya.

Namun, pihaknya belum mewacanakan menambah metal detector di pintu masuk Polres dan menambah personel bersenjata lengkap untuk mempertebal keamanan. Selain itu, aktivitas pelayanan terhadap masyarakat juga masih berjalan seperti biasa.

"Semua normal, hanya ditingkatkan dari sektor pengawasannya saja," ujar Rachim. Baca juga:Teroris Serang Mabes Polri, Ketua MPR: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan

(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
Rekomendasi
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved