Irigasi Cenrana di Wajo Jamin Petani Lebih Produktif Sekaligus Pengendali Banjir
Kamis, 01 April 2021 - 09:36 WIB
loading...
Proyek pendukung sektor pertanian yang baru diresmikan yakni rehabilitasi irigasi Cenrana di Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Foto: Maman Sukirman
A
A
A
WAJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel terus menggenjot pembangunan infrastruktur di 24 kabupaten/kota. Tidak melulu proyek jalan dan jembatan, tapi juga proyek irigasi yang memang sangat menunjang pertanian, sektor andalan Sulsel.
Salah satu proyek pendukung sektor pertanian yang baru diresmikan yakni rehabilitasi irigasi Cenrana di Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Kehadiran irigasi itu bukan sekadar berdampak di desa setempat, melainkan lintas desa dan kecamatan. Istimewanya lagi, irigasi itu bukan hanya menunjang sektor pertanian, tapi sekaligus menjadi pengendali banjir.
Salah seorang warga Desa Lampulung, Nuara, mengungkapkan keberadaan irigasi Cenrana memastikan produktivitas petani terjaga, bahkan bisa lebih produktif. Mereka bisa panen dua kali setahun, khususnya di desa tetangga yang selama ini mengandalkan tadah hujan, seperti Desa Tua di Kecamatan Majauleng.
Ia mengakui di desanya sendiri, irigasi Cenrana tidak selalu dibutuhkan untuk pengairan sawah lantaran suplai air di wilayahnya cukup aman karena berdampingan dengan Sungai Walanae. Namun, di sejumlah desa tetangga memang diperlukan irigasi yang mampu menjamin distribusi air tatkala musim kemarau.
Salah satu proyek pendukung sektor pertanian yang baru diresmikan yakni rehabilitasi irigasi Cenrana di Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. Kehadiran irigasi itu bukan sekadar berdampak di desa setempat, melainkan lintas desa dan kecamatan. Istimewanya lagi, irigasi itu bukan hanya menunjang sektor pertanian, tapi sekaligus menjadi pengendali banjir.
Salah seorang warga Desa Lampulung, Nuara, mengungkapkan keberadaan irigasi Cenrana memastikan produktivitas petani terjaga, bahkan bisa lebih produktif. Mereka bisa panen dua kali setahun, khususnya di desa tetangga yang selama ini mengandalkan tadah hujan, seperti Desa Tua di Kecamatan Majauleng.

Ia mengakui di desanya sendiri, irigasi Cenrana tidak selalu dibutuhkan untuk pengairan sawah lantaran suplai air di wilayahnya cukup aman karena berdampingan dengan Sungai Walanae. Namun, di sejumlah desa tetangga memang diperlukan irigasi yang mampu menjamin distribusi air tatkala musim kemarau.
Lihat Juga :