Tagar Indonesia Terserah, Bentuk Kekecewaan Tenaga Medis

Rabu, 20 Mei 2020 - 10:13 WIB
loading...
Tagar Indonesia Terserah,...
Tagar Indonesia Terserah yang disampaikan para dokter dan tenaga medis penanganan COVID-19 karena tenaga medis sepertinya kecewa dengan kebijakan pemerintah. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Munculnya tagar 'Indonesia Terserah' yang disampaikan para dokter dan tenaga medis penanganan Covid-19 karena tenaga medis sepertinya kecewa dengan kebijakan pemerintah.

(Baca juga: Indonesia Terserah Dinilai Respons Negatif Masyarakat Atas Kinerja Pemerintah)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menganggap, kekecewaan itu ditunjukan para tenaga media atas kebijakan membolehkan transportasi publik beroperasi sehingga membuat masyarakat banyak yang berkerumun, baik di bandara, terminal, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya.

"Jika masyarakat sudah banyak yang keluar di masa PSBB, maka itu artinya memudahkan masyarakat bisa terinfeksi virus Corona. Dan jika banyak lagi rakyat yang tertular, maka tenaga medis lah yang akan kewalahan lagi untuk menangani mereka," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020). (Baca juga: Indonesia Terserah Dinilai Respons Negatif Masyarakat Atas Kinerja Pemerintah )

Selain itu, Ujang menganggap sepertinya tenaga medis tidak dihargai kerja kerasnya. Teman-teman mereka banyak yang meninggal karena bekerja kemanusian untuk menolong yang terkena Corona, namun di saat yang sama pemerintah melonggarkan PSBB dengan aturan yang berubah-ubah.

Dia menjelaskan, pada awal masyarakat diminta tinggal di rumah, dan disaat Corona masih belum jelas kapan berakhirnya, pemerintah malah membuat kebijakan yang membuat masyarakat bisa keluar rumah dan berkerumun dengan melibatkan banyak orang.

"Mereka para tenaga medis adalah para pahlawan. Merekalah yang terdepan membantu dan menolong mereka yang terinfeksi Corona," kata dia.

Ujang mengatakan, nyawa mereka dipertaruhkan tapi sepertinya pemerintah abai terhadap tenaga medis. Tenaga medis inginnya masyarakat tetap di rumah, tapi pemerintahlah yang membuat kebijakan masyarakat bisa keluar rumah.

Dia menganggap, jika masyarakat banyak yang keluar rumah, maka akan semakin banyak yang akan tertular Corona. "Nah di situlah para tenaga media kecewa. Sehingga mereka rame-rame membuat tagar "Indonesia terserah," ungkap analis sosial politik asal Universitas Al Azhar Indonesia itu.

Dengan kejadian itu, Ujang menyarankan pemerintah berdialog dan berdiskusi dengan para tenaga medis, agar ada solusi terkait hal tersebut. Karena bisa saja, kebijakan pelonggaran PSBB itu tak melibatkan para tenaga medis.

"Kekecewaan tenaga medis harus diobati pemerintah. Dan pemerintah harus menghormati dan menghargai mereka. Bisa dengan komunikasi dengan mereka, bisa juga dengan cara lainnya," kata dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Pemerintah Setelah...
Respons Pemerintah Setelah 'Indonesia Terserah' Ramai
#Indonesiaterserah dan...
#Indonesiaterserah dan Ekosistem Penanganan Covid-19
Terserah, Willy Winarko...
Terserah, Willy Winarko Soroti Masyarakat yang Tidak Patuhi PSBB
Indonesia Terserah Viral,...
Indonesia Terserah Viral, PKS 'Sentil' Cara Pemerintah Tangani Covid-19
Rekomendasi
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Berita Terkini
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved