Sindrom Dispepsia Dalam Gejala Maag, Begini Penjelasan Dokter Siloam Hospitals Ambon
Minggu, 28 Maret 2021 - 08:47 WIB
loading...
Gejala maag merupakan gejala yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian tengah sampai ke bagian atas. (Ist)
A
A
A
AMBON - Sindrom Dispepsia atau umum disebut gejala maag , merupakan gejala yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian tengah sampai ke bagian atas.
Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala yang dideskripsikan sebagai rasa tidak nyaman pada perut, seperti perut terasa penuh, kembung, sakit perut, dan nyeri ulu hati. Namun, perlu ditekankan bahwa dispepsia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau adanya gangguan pencernaan.
Secara umum, kondisi tersebut disebabkan karena adanya gangguan dalam pencernaan, seperti sekresi asam lambung yang meningkat. Namun dalam beberapa kasus, gejala maag dapat pula dipicu oleh Infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu.
"Nah dalam kasus ini ada sejumlah faktor penyebab, antara lain pola makan, tingkat stress, dan gaya hidup yang tidak sesuai," ujar dokter Ivana Theresia dari Siloam Hospitals Ambon, melalui layanan edukasi kesehatan yang disiarkan pada aplikasi zoom Webinar, Sabtu (27/03/2021) di Siloam Hospitals Ambon.
"Perhatikan pola makan dan waktu makan. Jangan pula terlalu cepat menelan makanan. Sebaiknya mengunyah makanan sampai benar-benar lumat agar dapat meringankan kerja lambung dalam mengolah makanan baik secara kimiawi atau mekanik ," ujarnya. Baca: Nunggak Tagihan, PLN Putus Listrik Musala Ini.
Selain pola makan, mengkonsumsi dengan porsi makan yang berlebihan termasuk makanan berlemak, berminyak, asam, santan dan pedas turut sebagai batasan agar gejala maag tidak timbul. "Batasi kandungan kafein, alkohol dan tidak merokok. Beberapa antibiotik dan obat-obatan penghilang rasa nyeri juga menjadi pemicu terjadinya Dispepsia," imbuhnya mengingatkan.
Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala yang dideskripsikan sebagai rasa tidak nyaman pada perut, seperti perut terasa penuh, kembung, sakit perut, dan nyeri ulu hati. Namun, perlu ditekankan bahwa dispepsia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau adanya gangguan pencernaan.
Secara umum, kondisi tersebut disebabkan karena adanya gangguan dalam pencernaan, seperti sekresi asam lambung yang meningkat. Namun dalam beberapa kasus, gejala maag dapat pula dipicu oleh Infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu.
"Nah dalam kasus ini ada sejumlah faktor penyebab, antara lain pola makan, tingkat stress, dan gaya hidup yang tidak sesuai," ujar dokter Ivana Theresia dari Siloam Hospitals Ambon, melalui layanan edukasi kesehatan yang disiarkan pada aplikasi zoom Webinar, Sabtu (27/03/2021) di Siloam Hospitals Ambon.
"Perhatikan pola makan dan waktu makan. Jangan pula terlalu cepat menelan makanan. Sebaiknya mengunyah makanan sampai benar-benar lumat agar dapat meringankan kerja lambung dalam mengolah makanan baik secara kimiawi atau mekanik ," ujarnya. Baca: Nunggak Tagihan, PLN Putus Listrik Musala Ini.
Selain pola makan, mengkonsumsi dengan porsi makan yang berlebihan termasuk makanan berlemak, berminyak, asam, santan dan pedas turut sebagai batasan agar gejala maag tidak timbul. "Batasi kandungan kafein, alkohol dan tidak merokok. Beberapa antibiotik dan obat-obatan penghilang rasa nyeri juga menjadi pemicu terjadinya Dispepsia," imbuhnya mengingatkan.
Lihat Juga :