Dahulu, Nama Tangerang Itu Ternyata Tangeran Tanpa Huruf G di Belakang
Kamis, 25 Maret 2021 - 05:30 WIB
loading...
Foto PDAM Tangerang 1920 tempo dulu.Foto/Istimewa/ohbalaraja.blogspot.com
A
A
A
JAKARTA - Tangerang, nama ini tentunya tak asing lagi di telinga masyarakat. Tangerang yang masuk menjadi bagian Provinsi Banten ini terbagi tiga yakni, Kota Tangerang , Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan .
Kota yang berbatasan dengan DKI Jakarta ini tumbuh dengan pesat mulai dari permukiman, perdagangan, industri dan jasa. Tak banyak yang tahu bagaimana asal muasal nama Tangerang. SINDOnews pun mencoba merangkum asal usul nama Tangerang tersebut.
Dilansir dari tangerangkota.go.id, pada pertengahan Abad XV di masa Kolonialisme Belanda, Sultan Banten mengangkat tiga Aria/Maulana yang merupakan kerabat jauh Sultan dari Kerjaaan Sumedang Larang yakni, Yudhanegara, Wangsakara dan Santika.
Kegiatannya bertugas untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap VOC yang menerapkan praktik monopolinya. Pada perjuangannya ketiga Maulana tersebut membangun benteng pertahanan yang disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah "Benteng" atau "Bentengan".
Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng. Saat ini sisa bangunan "Bentengan" tersebut berada di beberapa titik di bawah permukaan air Sungai Cisadane yang semakin melebar. Baca: Sejarah Kebun Binatang Pertama hingga Dikenal Taman Margasatwa Ragunan
Kota yang berbatasan dengan DKI Jakarta ini tumbuh dengan pesat mulai dari permukiman, perdagangan, industri dan jasa. Tak banyak yang tahu bagaimana asal muasal nama Tangerang. SINDOnews pun mencoba merangkum asal usul nama Tangerang tersebut.
Dilansir dari tangerangkota.go.id, pada pertengahan Abad XV di masa Kolonialisme Belanda, Sultan Banten mengangkat tiga Aria/Maulana yang merupakan kerabat jauh Sultan dari Kerjaaan Sumedang Larang yakni, Yudhanegara, Wangsakara dan Santika.
Kegiatannya bertugas untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap VOC yang menerapkan praktik monopolinya. Pada perjuangannya ketiga Maulana tersebut membangun benteng pertahanan yang disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah "Benteng" atau "Bentengan".
Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng. Saat ini sisa bangunan "Bentengan" tersebut berada di beberapa titik di bawah permukaan air Sungai Cisadane yang semakin melebar. Baca: Sejarah Kebun Binatang Pertama hingga Dikenal Taman Margasatwa Ragunan
Lihat Juga :