Tak Ramah Lingkungan, Banyak Anggaran Habis untuk Mengurus Air
Minggu, 21 Maret 2021 - 10:57 WIB
loading...
Anggaran negara banyak yang habis dipakai untuk mengurus masalah air, akibat ulah manusia yang dinilai belum ramah terhadap lingkungan. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Anggaran negara banyak yang habis dipakai untuk mengurus masalah air, akibat ulah manusia yang dinilai belum ramah terhadap lingkungan. Padahal, kepedulian warga terhadap air akan memberi dampak positif bagi kehidupan.
Baca juga: Krisis Air Diprediksi Jadi Sumber Perang, Kerusuhan, dan Migrasi di Masa Depan
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengatakan, berbagai permasalahan terkait air yang terjadi sekarang ini tidak terlepas dari sikap manusia yang kurang menghargai air. Dikky menilai, keberadaan air sering kurang dihargai sehingga menimbulkan daya rusak selain manfaat yang diambil.
Baca juga: Tabrak Polisi, Remaja Ini Mengaku Panik Lihat Razia Gabungan
Ini terlihat dari masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga mengotori sungai, melakukan alih fungsi dan penebangan hutan sehingga berkurangnya lahan serapan air, serta tidak menyiapkan penampungan di saat hujan.
"Bencana yang kerap menimbulkan korban jiwa akibat kurang baiknya perlakuan manusia terhadap air. Banjir, longsor. Kita sendiri yang merusaknya," kata dia pada Peringatan Hari Air Dunia 2021 tingkat Provinsi Jawa Barat oleh Dinas Sumber Daya Air, Minggu (21/3/2021).
Bahkan, menurut dia, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi persoalan air, selain tentunya kerugian materi akibat bencana yang terjadi. "Sehingga beban biaya habis ke situ, yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain terkait pembangunan," katanya.
Jika tidak dikelola dengan baik, maka air akan menjadi musuh bagi manusia melalui sejumlah bencana yang terjadi. Padahal dikelola dengan baik, air akan memberikan semua kebaikan.
"Fungsi air untuk sanitasi, pengairan sawah, pariwisata, juga kerohanian seperti untuk wudhu. Jadi sangat penting bagaimana kita menjaga kualitas air," katanya.
Pada peringatan HAD kali ini tema yang dipilih adalah 'Valuing Water' yakni menghargai pentingnya air dalam berkehidupan. Pemilihan tema ini dilakukan untuk mensosialisasikan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan.
Melalui peringatan Hari Air Dunia ini diharapkan akan semakin banyak warga yang paham dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan terkait air saat ini. Sebab, menurutnya dalam mengatasi persoalan terkait air ini tidak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan peran pemerintah saja.
Menurutnya, harus ada keterlibatan semua pihak baik swasta dan masing-masing warga lainnya agar berpartisipasi langsung dalam menjaga alam. Dikky pun menyebut dalam peringatan hari air kali ini pihaknya melakukan sejumlah sosialisasi dan kampanye ke masyarakat tentang pentingnya menghargai air.
Baca juga: Krisis Air Diprediksi Jadi Sumber Perang, Kerusuhan, dan Migrasi di Masa Depan
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengatakan, berbagai permasalahan terkait air yang terjadi sekarang ini tidak terlepas dari sikap manusia yang kurang menghargai air. Dikky menilai, keberadaan air sering kurang dihargai sehingga menimbulkan daya rusak selain manfaat yang diambil.
Baca juga: Tabrak Polisi, Remaja Ini Mengaku Panik Lihat Razia Gabungan
Ini terlihat dari masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga mengotori sungai, melakukan alih fungsi dan penebangan hutan sehingga berkurangnya lahan serapan air, serta tidak menyiapkan penampungan di saat hujan.
"Bencana yang kerap menimbulkan korban jiwa akibat kurang baiknya perlakuan manusia terhadap air. Banjir, longsor. Kita sendiri yang merusaknya," kata dia pada Peringatan Hari Air Dunia 2021 tingkat Provinsi Jawa Barat oleh Dinas Sumber Daya Air, Minggu (21/3/2021).
Bahkan, menurut dia, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi persoalan air, selain tentunya kerugian materi akibat bencana yang terjadi. "Sehingga beban biaya habis ke situ, yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain terkait pembangunan," katanya.
Jika tidak dikelola dengan baik, maka air akan menjadi musuh bagi manusia melalui sejumlah bencana yang terjadi. Padahal dikelola dengan baik, air akan memberikan semua kebaikan.
"Fungsi air untuk sanitasi, pengairan sawah, pariwisata, juga kerohanian seperti untuk wudhu. Jadi sangat penting bagaimana kita menjaga kualitas air," katanya.
Pada peringatan HAD kali ini tema yang dipilih adalah 'Valuing Water' yakni menghargai pentingnya air dalam berkehidupan. Pemilihan tema ini dilakukan untuk mensosialisasikan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan.
Melalui peringatan Hari Air Dunia ini diharapkan akan semakin banyak warga yang paham dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan terkait air saat ini. Sebab, menurutnya dalam mengatasi persoalan terkait air ini tidak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan peran pemerintah saja.
Menurutnya, harus ada keterlibatan semua pihak baik swasta dan masing-masing warga lainnya agar berpartisipasi langsung dalam menjaga alam. Dikky pun menyebut dalam peringatan hari air kali ini pihaknya melakukan sejumlah sosialisasi dan kampanye ke masyarakat tentang pentingnya menghargai air.
(shf)
Lihat Juga :