Di Tengah Terjangan Pandemi COVID-19, Lilik Sukses Jalani Usaha Jangkrik

Minggu, 21 Maret 2021 - 09:37 WIB
loading...
Di Tengah Terjangan...
Lilik Setiawan, sukses mengembangkan usaha budidaya jangkrik memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya. Foto/iNews TV/Pipiet Wibawanto
A A A
TUBAN - Pandemi COVID-19 yang menerjang berbagai sektor usaha selama setahun terakhir, ternyata tidak dirasakan oleh Lilik Setiawan. Pemuda asal Dusun Klampok, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini sukses menjalankan usaha budidaya jangkrik.

Baca juga: 39 Juta Ibu Rumah Tangga Berpotensi jadi Womanpreneur

Dia memanfaatkan lahan kosong di samping rumahnya, untuk membudidayakan jangkrik . Usaha mandiri ini telah dijalankannya selama 1,5 tahun. Hasilnya tidak dinyana-nyana, dia mampu menghasilkan omzet Rp6,3 juta/minggu.



Saat banyak usaha gulung tikar diterjang pandemi COVID-19, budidaya jangkrik yang dijalani pemuda 26 tahun ini justru melaju pesat. Bahkan, dia sampai kewalahan melayani permintaan para pembeli.

Baca juga: Asyik Nongkrong Bersama Pengusaha Pub, Kasatreskrim Polres Sikka Terciduk Operasi Yustisi

Usaha jangkrik alam atau cliring ini, dijalani Lilik bermula saat teman-temannya yang sebagian besar penghobi burung berkicau kesulitan mencari pakan. Ia kemudian belajar budidaya jangkrik dari seseorang di Tulungagung. "Setelah belajar di Tulungagung, saya memberanikan diri beternak sendiri dengan dibantu oleh keluarga," tuturnya.

Setelah berproses dan berjuang selama enam bulan untuk merintis usahanya, Lilik akhirnya merasakan hasil kerja kerasnya dalam beternak jangkrik . Saat ini ia memiliki 21 boks kayu yang berisi jangkrik, tiga boks untuk jangkrik indukan, dan 18 boks lainnya untuk pembesaran jangkrik yang siap dipasarkan.

Baca juga: Pemuda 19 Tahun Dibekuk Polisi, Gara-gara Curi 16 Ekor Kambing di Jateng dan Jatim

"Untuk budidaya jangkrik , bahan yang diperlukan adalah kotak kayu dari triplek, pelepah pisang dan rak bekas telur sebagai rumah jangkrik. Sedangkan untuk pakannya, menggunakan pakan ternak ayam yang dihaluskan terlebih dahulu, serta sayuran segar untuk minum," terangnya.

Dalam membudidayakan jangkrik , proses kawin, bertelur, hingga bisa dipanen, memerlukan waktu 40-50 hari. Saat ini, setiap harinya Lilik mampu menjual 15 boks jangkrik. Satu boksnya berisi 24 kg jangkrik, dengan harga Rp45 ribu/kg. Sedangkan untuk biaya perawatan, ia hanya mengeluarkan Rp2,1 juta/minggu.

Baca juga: Aceh Gempar, 2 Bus Mewah Ludes Dilalap Kobaran Api Saat Parkir di Terminal Batoh

Sementara ini, jangkrik alam hasil budidaya hanya dijual untuk para pelanggannya di wilayah Kabupaten Tuban. Namun, ke depan Lilik akan terus mengembangkannya bersama keluarganya agar usaha ini bisa terus berkembang.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IFBC 2026 Palembang...
IFBC 2026 Palembang Dorong Lahirnya Wirausaha Baru
Lewat Program Pestani,...
Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura
SnackVideo Rampungkan...
SnackVideo Rampungkan Desa Sejahtera 2025 Musim ke-3 di Tuban
Kurikulum Koperasi Dorong...
Kurikulum Koperasi Dorong Koperasi Mahasiswa sebagai Inkubator Wirausaha
Buka Bioskop di Tuban,...
Buka Bioskop di Tuban, Cinema XXI Hadirkan Hiburan Modern dan Geliat Ekonomi Lokal
HIPMI Jakbar Perkuat...
HIPMI Jakbar Perkuat Peran Pengusaha Muda dalam Pembangunan Ekonomi Daerah
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
Rekomendasi
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved