Kunjungan Wisatawan Belum Stabil, PAD Sektor Wisata Hanya Rp391 Miliar
Jum'at, 19 Maret 2021 - 13:51 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BANDUNG - Pendapatan Asli Darurat (PAD) Kota Bandung dari sektor pariwisata selama tahun 2020 tercatat hanya Rp391 miliar. Penurunan ini tak lepas dari merosotnya kunjungan wisatawan lokal atau mancanegara.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat, pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 50 persen atau hanya tercapai berkisar 3,2 juta wisatawan.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2019 yang terhitung sekitar 7,4 juta. Sedangkan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 hanya sekitar 350.000 wisatawan.
“Kemarin di tahun 2020, kita hitung berdasarkan jumlah kedatangan dari bandara, stasiun kereta api dan terminal, untuk wisatawan mancanegaranya hanya berjumlah 21 ribu,” jelas Sekretaris Disbudpar Kota Bandung Tantan Surya.
Menurutnya, hal itu berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Pemkot Bandung. Yaitu mengalami penurunan penerimaan menjadi sekitar Rp391 miliar.
“Jumlah tersebut didapat dari okupansi hotel, restoran dan hiburan yang sebelumnya itu sekitar Rp780 miliar atau sekitar 33 persen dari PAD,” terangnya.
Kepala Bidang Kepariwisataan, Edward Parlindung mengatakan, target maksimal wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung sebanyak tiga juta pada tahun ini.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat, pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 50 persen atau hanya tercapai berkisar 3,2 juta wisatawan.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2019 yang terhitung sekitar 7,4 juta. Sedangkan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 hanya sekitar 350.000 wisatawan.
“Kemarin di tahun 2020, kita hitung berdasarkan jumlah kedatangan dari bandara, stasiun kereta api dan terminal, untuk wisatawan mancanegaranya hanya berjumlah 21 ribu,” jelas Sekretaris Disbudpar Kota Bandung Tantan Surya.
Menurutnya, hal itu berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Pemkot Bandung. Yaitu mengalami penurunan penerimaan menjadi sekitar Rp391 miliar.
“Jumlah tersebut didapat dari okupansi hotel, restoran dan hiburan yang sebelumnya itu sekitar Rp780 miliar atau sekitar 33 persen dari PAD,” terangnya.
Kepala Bidang Kepariwisataan, Edward Parlindung mengatakan, target maksimal wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung sebanyak tiga juta pada tahun ini.
Lihat Juga :