Banjir dan Tanah Abang Kekeringan, Anies Baswedan Serukan Aksi Tanggap Iklim
Kamis, 18 Maret 2021 - 07:39 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perubahan iklim secara ekstrem tengah menjadi perhatian dunia, khususnya Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Banjir pada 1 Januari 2020, kekeringan di Tanah Abang pada 2018 silam, banjir rob di Jakarta Utara, dan cuaca yang kerap kali tak menentu, menjadi contoh kasus perubahan ekstrem yang terjadi di Jakarta.
Baca juga: Banjir Jakarta Timur-Bekasi Belum Teratasi, 3 Kota Ini Kompak Pertanyakan Kinerja Kementerian PUPR
Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerukan aksi tanggap iklim. Sebab perubahan iklim memberi dampak yang nyata. "Pemprov DKI Jakarta terus berupaya berperan mengatasi dampak perubahan iklim," tulis Anies Baswedan melalui laman Instagram @aniesbaswedan, Kamis (18/3/2021).
![Banjir dan Tanah Abang Kekeringan, Anies Baswedan Serukan Aksi Tanggap Iklim]()
Pemprov DKI Jakarta menargetkan 30 persen reduksi gas rumah kaca (GRK) pada tahun 2020. Adapun target persektor seperti 29 persen transportasi, 28 persen energi, 17 persen komersial, 15 persen rumah tangga, 8 persen limbah padat, 2 persen ruang terbuka hijau, dan 1 persen limbah cair.
Baca juga: Banjir Jakarta Timur-Bekasi Belum Teratasi, 3 Kota Ini Kompak Pertanyakan Kinerja Kementerian PUPR
Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyerukan aksi tanggap iklim. Sebab perubahan iklim memberi dampak yang nyata. "Pemprov DKI Jakarta terus berupaya berperan mengatasi dampak perubahan iklim," tulis Anies Baswedan melalui laman Instagram @aniesbaswedan, Kamis (18/3/2021).

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 30 persen reduksi gas rumah kaca (GRK) pada tahun 2020. Adapun target persektor seperti 29 persen transportasi, 28 persen energi, 17 persen komersial, 15 persen rumah tangga, 8 persen limbah padat, 2 persen ruang terbuka hijau, dan 1 persen limbah cair.
Lihat Juga :