Bima Arya Akui Donor Plasma Konvalesen di Bogor Masih Minim
Minggu, 14 Maret 2021 - 20:05 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang dicek kesehatannya oleh tim medis. Foto: SINDOnews/Haryudi
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang juga penyintas Covid-19 mengakui peminat donor plasma konvalesen masih kurang karena banyak warga belum paham sehingga aksi donor plasma ini harus diviralkan.
Sebab, kata Bima, dari satu pendonor plasma konvalesen ada 100 pasien Covid-19 yang menunggu. "Kita buat kampanye (donor plasma konvalesen). Sosialisasi harus lebih gencar," kata Bima dalam keterangan persnya, Minggu (14/3/2021).
Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Karyawan XL Axiata Terus Gerilya Lawan COVID-19
Dia juga meminta Dinkes dan dinas terkait lainnya menginformasikan agar sampai ke masyarakat. "Supaya para penyintas Covid-19 mau mendonorkan plasmanya untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19 di ICU. Nanti discreening dulu kalau layak bisa donor plasma. Ikhtiar ini agar yang sembuh semakin banyak," ungkapnya.
Di batch ketiga ini ada puluhan penyintas Covid-19 yang sudah mendaftar ditambah 14 pegawai Perumda Tirta Pakuan. "Covid-19 ini sering kita sebut musuh yang super jenius banget. Setiap hari, setiap waktu selalu ada yang baru, kalau mau menaklukkan Covid-19 harus terus belajar," kata Bima.
Meski sudah setahun menjadi penyintas Covid-19, titer antibodi yang dimilikinya masih cukup tinggi yakni 197. Hal ini pula yang membuat dia menunda vaksinasi dan bersama dengan 40 orang lainnya hari ini ikut screening donor plasma.
Baca juga: Banten Gelorakan Gerakan Donor Plasma Konvalesen
Sebab, kata Bima, dari satu pendonor plasma konvalesen ada 100 pasien Covid-19 yang menunggu. "Kita buat kampanye (donor plasma konvalesen). Sosialisasi harus lebih gencar," kata Bima dalam keterangan persnya, Minggu (14/3/2021).
Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Karyawan XL Axiata Terus Gerilya Lawan COVID-19
Dia juga meminta Dinkes dan dinas terkait lainnya menginformasikan agar sampai ke masyarakat. "Supaya para penyintas Covid-19 mau mendonorkan plasmanya untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19 di ICU. Nanti discreening dulu kalau layak bisa donor plasma. Ikhtiar ini agar yang sembuh semakin banyak," ungkapnya.
Di batch ketiga ini ada puluhan penyintas Covid-19 yang sudah mendaftar ditambah 14 pegawai Perumda Tirta Pakuan. "Covid-19 ini sering kita sebut musuh yang super jenius banget. Setiap hari, setiap waktu selalu ada yang baru, kalau mau menaklukkan Covid-19 harus terus belajar," kata Bima.
Meski sudah setahun menjadi penyintas Covid-19, titer antibodi yang dimilikinya masih cukup tinggi yakni 197. Hal ini pula yang membuat dia menunda vaksinasi dan bersama dengan 40 orang lainnya hari ini ikut screening donor plasma.
Baca juga: Banten Gelorakan Gerakan Donor Plasma Konvalesen
Lihat Juga :