Warga Bandung Raya Optimistis PSBB Bisa Tekan Wabah Corona

Sabtu, 18 April 2020 - 11:07 WIB
loading...
Warga Bandung Raya Optimistis...
Mobil patroli Satlantas Polrestabes Bandung melintas di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Kawasan ini bakal ditutup total selama PSBB diterapkan. Foto/TMC Polrestabes Bandung
A A A
BANDUNG - Warga optimistis penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bandung Raya (Kota/Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat) plus Sumedang, bisa menghilangkan wabah virus Corona atau Covid-19.

Menurut mereka, kunci utamanya adalah, warga disiplin menerapkan physical dan social distancing (menjaga jarak fisik dan sosial), menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan mematuhi aturan serta imbauan pemerintah.

Sebaliknya, jika masyarakat tak disiplin dan tak mematuhi aturan PSBB, wabah Corona tak akan bisa hilang dalam waktu cepat di kawasan Bandung Raya. Mata rantai persebaran dan penularan virus Corona akan tetap ada sehingga korban terpapar virus tersebut akan terus berjatuhan.

Mega N, warga Antapani, Kota Bandung mengatakan, PSBB pilihan paling rasional yang bisa dilakukan pemerintah untuk menekan penularan. (BACA JUGA: Hal Yang Tidak dan Boleh Dilakukan Selama PSBB Bandung Raya Diterapkan )

"Sudah seharusnya PSBB akan efektif, asal, masyarakat benar-benar mematuhi aturan selama PSBB diterapkan. Kalo tidak penting-penting amat, jangan keluar (rumah). Kalo pun keluar, disiplin cuci tangan, pakai masker, hindari berkerumun dan komunikasi terlalu dekat dengan lawan bicara," kata Mega.

Dia mengemukakan, selama PSBB diterapkan, masyarakat jangan panik. Apalagi sampai terbawa dan percaya informasi tidak valid. Ikuti anjuran pemerintah. PSBB itu sebatas memperketat aktivitas, tidak lebih demi kemaslahatan bersama.

"Saat ini, tidak ada tujuan lain selain demi kepentingan bersama. Saya melihatnya ini. Di PSBB, semakin orang diperketat bergerak, semakin kecil penularannya. Cuma perlu diingat, utk perusahaan-perusahaan yang masih mempekerjakan karyawan, tolong, selama PSBB jalankan protokol kesehatan, lindungi pekerjanya dengan APD (alat pelindung diri), terapkan disiplin physical distancing," ujar bapak dari satu anak ini.

Pendapat serupa disampaikan Bagja Yudhistira, warga Kota Cimahi. Menurut dia, optimistis PSBB bisa menghilangkan wabah virus Corona, asalkan masyarakat mau disiplin.

Tetapi, kata Bagja, jangan harap PSBB berhasil kalau masyarakat masih bandel, keluar rumah, tidak jarak, tidak menjaga kebersihan. (BACA JUGA: Kesadaran Warga Jawa Barat Soal Bahaya Corona Paling Rendah )

"Kasarnya mah mau susah dulu, nanti kita senengnya bareng-bareng. Jadi sekarang ribetnya, tapi udah beres ini (PSBB), udah gitu. Kita gak ada kasus-kasus (positif Corona) lagi. Kumpul-kumpul lagi sama keluarga," kata Bagja.

Begitu pun pendapat Doni R, warga Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Menurut Doni, PSBB merupakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran virus Corona. (BACA JUGA: Virus Corona Mewabah, Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa di Jabar Meningkat )

"Bagaimana hasilnya ya saya sendiri belum bisa memperkirakan karena belum terlihat juga hasilnya seperti apa. Misalkan Jakarta yang sudah PSBB, sejauh ini belum ada data konkret, apakah bisa menekan atau tidak," kata Doni.

Doni berharap, mudah-mudahan PSBB bisa menekan angka penyebaran virus Corona dengan syarat masyarakat mengikuti dengan teratur dan tetap di rumah saja. Kalau pun terpaksa keluar, terapkan social dan phsychal distancing.

"Kalau saya mah setuju ga setuju. Setuju kalau hasilnya memang baik dan bisa menekan (penularan virus Corona). tidak setujunya ya dilema bagi pekerja yang terkendala gegara PSBB lalu ibadah juga terkendala. Apalagi mau menghadapi bulan Ramadan," ujar dia. (BACA JUGA: Ini Langkah Polisi saat PSBB Bandung Raya-Sumedang Diberlakukan )

Sementara itu, Arif, warga Cilengkrang, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung mengatakan, mengapresiasi penerapan PSBB di kawasan Bandung Raya plus Sumedang. Agar PSBB berhasil, kuncinya, warga Bandung Raya disiplin dan menaati keputusan pemerintah.

"Satu hal jika ingin PSBB ini berhasil, diharapkan warga tidak keluar rumah selama 14 hari. Memang banyak faktor, seperti ekonomi dan sosial sehingga memaksa orang keluar rumah, tetapi alangkah baiknya bersabar terlebih dulu. Mudah-mudahan PSBB bisa efektif menekan penyebaran virus ini," kata Arif. (BACA JUGA: Gubernur Apresiasi 2 Bocah yang Sumbangkan Tambungan untuk Penanggulangan Corona )

Bapak dari tiga anak ini mengemukakan, pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kota/kabupaten telah berupaya menanggulangi wabah virus Corona. Namun harus ada peran serta masyarakat. Bantuan untuk warga terdampak wabah Corona yang disalurkan pemerintah harus diawasi.

"Di wilayah Cilengkrang khususnya, yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung, sayang mengapresiasi penerapan aturan dari pemerintah setempat yang melakukan penutupan jalan antara perbatasan Kota dengan Kabupaten Bandung di Ujungberung tepatnya dan akan melakukan pemeriksaan orang dan kendaraan yang keluar masuk Cilengkrang saat PSBB nanti," pungkas Arif.

Diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melalui Surat Keputusan Menkes RI Nomor HK.O 1.07l MtrNKES/259/2O2O tanggal 17 April 2020, menyetujui penerapan PSBB di kawasan Bandung raya, yang meliputi, Kota/Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Sumedang.

PSBB yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 sekaligus menghentikan wabah penyakit itu, berlaku mulai Rabu 22 April 2020 dini hari pukul 00.00 WIB. PSBB tersebut berlaku selama 14 hari. (BACA JUGA: Menkes Setujui PSBB Bandung Raya, Berlaku Mulai Rabu 22 April Dini Hari )
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Bobotoh Kumpul...
Ribuan Bobotoh Kumpul di Kawasan Gedung Merdeka, Teriakan Juara Bergema
Kang Cucun Tinjau Program...
Kang Cucun Tinjau Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Lahan BUMN
Irma dan Jejak Pemberdayaan...
Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas melalui PNM Mekaar di Bandung
Sisihkan Penghasilan...
Sisihkan Penghasilan untuk Bantu Rakyat, Ahmad Najib Gelar PANsar Murah di Bandung
Pansus 12 DPRD Kota...
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Rampungkan Raperda Kesejahteraan Sosial, Segera Masuki Tahap Harmonisasi
DPRD Kota Bandung Targetkan...
DPRD Kota Bandung Targetkan Raperda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Segera Rampung
Pusat Pemberdayaan Desa...
Pusat Pemberdayaan Desa Universitas YARSI Pengabdian Masyarakat di Bandung
Istana Janji Tangani...
Istana Janji Tangani Keracunan MBG Ratusan Siswa di Bandung Barat: Jangan sampai Terjadi Demoralisasi
Pawai Akbar Persib Juara...
Pawai Akbar Persib Juara Meriah, KDM Kibarkan Bendera Maung Bandung
Rekomendasi
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Berita Terkini
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved