Ganjil Genap Bogor Ditiadakan karena Berimbas Negatif pada Ekonomi, Ini Kata Dedie A Rachim

Kamis, 04 Maret 2021 - 20:38 WIB
loading...
Ganjil Genap Bogor Ditiadakan...
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut kebijakan ganjil genap ditiadakan atau direlaksasi karena ada dampak negatif terhadap ekonomi.

"Ada kebijakan yang sangat cocok dengan upaya menurunkan tingkat penularan virus di antaranya ganjil genap dan itu diindikasikan berhasil menurunkan potensi kerumunan yang dihasilkan oleh pertemuan warga dari luar Kota Bogor," ungkapnya, Kamis (4/3/2021).
Baca juga: Urban Farming Versi Pemkot Bogor, Begini Penjelasan Dedie A Rachim

Namun, kebijakan ganjil genap ini juga berdampak negatif terhadap ekonomi Kota Bogor sehingga diputuskan pada dua pekan ke depan untuk ditiadakan.

"Kita melihat ada dampak ekonominya, makanya kemarin oleh Pak Wali (Wali Kota Bogor Bima Arya) dan Forkompimda dilakukan relaksasi pada minggu ini sampai minggu depan tidak ada dulu ganjil genap," ujar Dedie.

Meski demikian, secara keseluruhan sejak awal pandemi baru kali ini grafik penurunan jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor mengalami penurunan. “Awal Maret 2021 adalah puncak dan setelah itu baru terlihat ada grafik penurunan pasca diberlakukan ganjil genap," katanya.
Baca juga: Ini Alasan Polisi Setuju Ganjil Genap di Bogor Ditiadakan 2 Pekan

Dedie yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor menuturkan dalam menurunkan kasus penularan pihaknya mengklaim secara keseluruhan telah dilakukan.

"Mulai dari penanganan jaring pengaman sosial kemudian pengadaan peralatan medis dan peralatan pendukung, itu sudah kita lakukan secara maksimal," katanya.

Dia menyebutkan selama satu tahun ini berbagai upaya telah dilakukan dan langkah final dari penuntasan masalah Covid-19 ini adalah vaksinasi. "Alhamdulillah Indonesia saat ini sudah memiliki cadangan atau memiliki sumber-sumber vaksin yang dibeli dari berbagai perusahaan jadi ini agak berbeda dengan negara-negara lain," ujarnya.

Pihaknya juga sudah membuat list atau menginventarisasi warga Kota Bogor dari 1,1 juta orang, 700 ribu-800 ribu orang akan mendapatkan vaksin. "Jadi cara menuntaskan kasus Covid-19 ini adalah harus betul-betul penduduk yang berjumlah 800 ribu orang menerima vaksin," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Berita Terkini
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved