Gara-gara Harga Cabai Meroket, Pemilik Warung Makan di Ancol Tutup Sementara
Rabu, 03 Maret 2021 - 15:42 WIB
loading...
Warung makan di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara,memilih untuk tutup sementara. Karena, harga cabai meroket tajam. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Melambungnya harga cabai rawit merah membuat pemilik warung makan di Jalan R. E. Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, memilih untuk tutup sementara.
Priyatmoko (34) Pemilik warung makan, mengatakan bahwa dirinya tidak berjualan lantaran bahan baku utama yakni cabai rawit merah saat ini mencapai 140 ribu. Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas Sumbang Terbesar Inflasi Februari 2021
"Warung tutup dulu untuk sementara, karena harga cabai lagi tinggi. Saya ke pasar, biasa harga di bawah Rp 100 ribu, sekarang sudah Rp 120 bahkan Rp 140 ribu," kata Moko saat di warungnya, Rabu (3/3/2021)
Menurut Moko, dalam kesehariannya warung miliknya memasak hampir 80 persen makanan di warungnya dengan bumbu cabai rawit merah. Karena harga cabai naik, dirinya memilih untuk tutup.
"Berdampak ke omset warteg, ya pasti. Soalnya kita semua masakan kan pakai cabai semua. Hampir 80 persen pasti pakai cabai rawit merah semua," kata Moko. Baca juga: Sempat Tembus Rp150.000/kg, Cabai Rawit Merah di Pasar Kramat Jati Mulai Turun
"Kalau kita naikin harga, kita kasihan sama konsumen juga, takutnya kecewa, harga biasa pakai telor Rp 12 ribu, bisa Rp 15 ribu, ya kan kasihan. Makanya lebih baik tutup dulu," Lanjutnya.
Adapun harga cabai rawit merah meroket memasuki awal bulan Maret 2021. Seperti yang terjadi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, harga cabai rawit merah tembus di angka Rp 140.000 per kilogramnya.
Priyatmoko (34) Pemilik warung makan, mengatakan bahwa dirinya tidak berjualan lantaran bahan baku utama yakni cabai rawit merah saat ini mencapai 140 ribu. Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas Sumbang Terbesar Inflasi Februari 2021
"Warung tutup dulu untuk sementara, karena harga cabai lagi tinggi. Saya ke pasar, biasa harga di bawah Rp 100 ribu, sekarang sudah Rp 120 bahkan Rp 140 ribu," kata Moko saat di warungnya, Rabu (3/3/2021)
Menurut Moko, dalam kesehariannya warung miliknya memasak hampir 80 persen makanan di warungnya dengan bumbu cabai rawit merah. Karena harga cabai naik, dirinya memilih untuk tutup.
"Berdampak ke omset warteg, ya pasti. Soalnya kita semua masakan kan pakai cabai semua. Hampir 80 persen pasti pakai cabai rawit merah semua," kata Moko. Baca juga: Sempat Tembus Rp150.000/kg, Cabai Rawit Merah di Pasar Kramat Jati Mulai Turun
"Kalau kita naikin harga, kita kasihan sama konsumen juga, takutnya kecewa, harga biasa pakai telor Rp 12 ribu, bisa Rp 15 ribu, ya kan kasihan. Makanya lebih baik tutup dulu," Lanjutnya.
Adapun harga cabai rawit merah meroket memasuki awal bulan Maret 2021. Seperti yang terjadi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, harga cabai rawit merah tembus di angka Rp 140.000 per kilogramnya.
Lihat Juga :