Kisah Dina Farida, Mahasiswa Berprestasi yang Tak Bertoga saat Wisuda di UIN Bandung
Senin, 01 Maret 2021 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
Hadirnya Dina diberbagai aktivitas dan kesibukannya bukan hanya sekedar hadir. Dina mampu berperan aktif. Firmansyah menuturkan, dia dan teman-temannya pernah mengadakan acara ambar waros atau ulang tahun. "Itu salah satu loncatan besar untuk organisasi dan salah satunya kontribusi besar dari Dina sendiri. Acara itu berjalan dengan sangat memuaskan karena capaian itu belum pernah kita raih di kepengurusan-kepengurusan sebelumnya," katanya sebagaimana keterangan resmi Humas UIN Bandung.
Menurut Dr Aden Rosadi, yang merupakan dosen dembimbing almarhumah, Dina memiliki sejumlah prestasi membanggakan tak membuatnya tinggi hati. Baginya, hidup bukan hanya soal IPK tinggi dan sederet prestasi, tetapi juga bagaimana memberi kontribusi bagi ibu pertiwi.
"Di mata saya Dina Farida itu memiliki kecerdasan intelektual. Beliau adalah salah satu delegasi Fakultas Syariah dan Hukum dalam kegiatan student exchange di Malaysia tahun 2018," katanya.
"Dia juga memiliki kecerdasan sosial. Dia begitu peduli dengan teman-teman mahasiswa seangkatannya. Dia juga berbagi tanggung jawab moral. Dia ingin buktikan kepada kedua orangtuanya bahwa meskipun dalam kondisi sakit mampu menyelesaikan kuliahnya dengan baik," paparnya.
Dewi Mayaningsih, Dosen Pembimbing lainnya mengaku tak ada yang mengira di balik senyuman manis yang selalu Dina tunjukkan, dia menyimpan kesakitan yang tiada terperikan. Tapi mengeluh bukan pilihan.
Menurut Dr Aden Rosadi, yang merupakan dosen dembimbing almarhumah, Dina memiliki sejumlah prestasi membanggakan tak membuatnya tinggi hati. Baginya, hidup bukan hanya soal IPK tinggi dan sederet prestasi, tetapi juga bagaimana memberi kontribusi bagi ibu pertiwi.
"Di mata saya Dina Farida itu memiliki kecerdasan intelektual. Beliau adalah salah satu delegasi Fakultas Syariah dan Hukum dalam kegiatan student exchange di Malaysia tahun 2018," katanya.
"Dia juga memiliki kecerdasan sosial. Dia begitu peduli dengan teman-teman mahasiswa seangkatannya. Dia juga berbagi tanggung jawab moral. Dia ingin buktikan kepada kedua orangtuanya bahwa meskipun dalam kondisi sakit mampu menyelesaikan kuliahnya dengan baik," paparnya.
Dewi Mayaningsih, Dosen Pembimbing lainnya mengaku tak ada yang mengira di balik senyuman manis yang selalu Dina tunjukkan, dia menyimpan kesakitan yang tiada terperikan. Tapi mengeluh bukan pilihan.
Lihat Juga :