Keramik Berumur 1.000 Tahun yang Ditemukan di Dasar Sungai Musi Diserahkan
Selasa, 23 Februari 2021 - 10:14 WIB
loading...
Sebanyak 74 buah keramik yang berumur 900-1.000 tahun diduga peninggalan dinasti Tang , Son, Cing dan Ming diserahkan ke Museum Balaputra Dewa, Palembang. Foto/Antara/Yudi Abdullah
A
A
A
PALEMBANG - Sebanyak 74 buah keramik yang berumur 900-1.000 tahun yang diperkirakan peninggalan zaman dinasti Tang , Son, Cing dan dinasti Ming diserahkan ke Museum Balaputra Dewa, Palembang , Sumatera Selatan.
Baca juga: Situs Kuno Majapahit Tak Sengaja Ditemukan di Lereng Gunung Bromo
Keramik kuno berupa sendok, piring, mangkuk terbuat dari keramik atau porselen tersebut diserahkan oleh kolektor barang antik dan benda bersejarah di Palembang, Abubakar kepada Kepala Museum Chandra Amprayadi di Palembang.
Baca juga: Jejak Peradaban Eropa Abad ke-19 di Delta Mahakam, dari Keramik hingga Botol
Selain keramik, diserahkan juga puluhan benda terbuat dari timah ke museum Balaputra Dewa Palembang. Benda dari timah ini merupakan alat transaksi jual beli zaman Kerajaan Sriwijaya.
Abubakar menjelaskan barang koleksi yang dihibahkannya itu merupakan benda bersejarah yang ditemukan sejumlah masyarakat di dasar Sungai Musi sekitar objek wisata Benteng Kuto Besak (BKB) hingga pabrik pupuk PT Pusri.
"Koleksi benda bersejarah ini dengan kesadaran sendiri dihibahkan ke museum agar bisa dirawat dan disimpan lebih baik serta dapat dilihat banyak orang dan menjadi media pembelajaran sejarah bagi anak-anak atau pelajar," ujarnya usai serah terima, Senin (22/10/2021).
Sementara, Chandra Amprayadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menghibahkan benda-benda kuno bersejarah koleksi pribadi ke Museum Balaputra Dewa.
Dia menyebut kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan koleksi pribadinya ke museum akhir-akhir ini semakin tinggi. Terbukti koleksi museum yang bersumber dari hibah dalam tiga tahun terakhir terus bertambah.
Baca juga: Situs Kuno Majapahit Tak Sengaja Ditemukan di Lereng Gunung Bromo
Keramik kuno berupa sendok, piring, mangkuk terbuat dari keramik atau porselen tersebut diserahkan oleh kolektor barang antik dan benda bersejarah di Palembang, Abubakar kepada Kepala Museum Chandra Amprayadi di Palembang.
Baca juga: Jejak Peradaban Eropa Abad ke-19 di Delta Mahakam, dari Keramik hingga Botol
Selain keramik, diserahkan juga puluhan benda terbuat dari timah ke museum Balaputra Dewa Palembang. Benda dari timah ini merupakan alat transaksi jual beli zaman Kerajaan Sriwijaya.
Abubakar menjelaskan barang koleksi yang dihibahkannya itu merupakan benda bersejarah yang ditemukan sejumlah masyarakat di dasar Sungai Musi sekitar objek wisata Benteng Kuto Besak (BKB) hingga pabrik pupuk PT Pusri.
"Koleksi benda bersejarah ini dengan kesadaran sendiri dihibahkan ke museum agar bisa dirawat dan disimpan lebih baik serta dapat dilihat banyak orang dan menjadi media pembelajaran sejarah bagi anak-anak atau pelajar," ujarnya usai serah terima, Senin (22/10/2021).
Sementara, Chandra Amprayadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menghibahkan benda-benda kuno bersejarah koleksi pribadi ke Museum Balaputra Dewa.
Dia menyebut kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan koleksi pribadinya ke museum akhir-akhir ini semakin tinggi. Terbukti koleksi museum yang bersumber dari hibah dalam tiga tahun terakhir terus bertambah.
Lihat Juga :