Viral Video Warga Kota Bogor Berjubel di Pasar, Ketegasan Pemkot Dipertanyakan

Senin, 18 Mei 2020 - 09:45 WIB
loading...
Viral Video Warga Kota...
Video kerumunan warga di Pasar Anyar, Kota Bogor, saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi viral sejak Minggu (17/5/2020). Foto/Ist
A A A
BOGOR - Video kerumunan warga di Pasar Anyar, Kota Bogor , saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi viral sejak Minggu (17/5/2020). Terekam aktivitas pejalan kaki, pedagang hingga pengendara roda dua yang tumpah ruah pasar yang berada di Jalan MA Salmun dan Dewi Sartika, Kota Bogor.

Dalam video tersebut ribuan warga Bogor abai dengan adanya penerapan PSBB, sehingga berdesak-desakan mencari kebutuhan bahan pokok dan pakaian untuk Idulfitri. Mereka seolah tak memperhatikan lagi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19.

"Saya pengen tahu gimana tanggapan atau tindakan Pemkot Bogor dengan beredarnya video kerumunan warga di Pasar Anyar hari ini," ungkap Rilmen, (40), warga Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor merespons viralnya video tersebut di Facebook maupun Instagram. (Baca juga; 24 Kelurahan di Kota Bogor Bebas Kasus Positif COVID-19, Bima Tolak Longgarkan PSBB )

Tak hanya itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah ruas jalan di Pasar Bogor baik di Jalan Surya Kancana maupun Jalan Roda, Bogor Tengah, Kota Bogor. Kemacetan terjadi hampir setiap sore di kawasan Pasar Bogor. Bahkan di sejumlah persimpangan jalan raya perbatasan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor juga terlihat padat.

"Bingung saya juga, katanya PSBB akan diperketat dan masih berlaku tapi seolah seperti hari biasa saja sekarang ini di jalan raya macet. Di mana ketegasan Pemkot Bogor," kata Rosdiana, (29), warga Bantarkemang, Bogor Timur, Kota Bogor.

Menanggapi ramainya perbincangan tentang dipertanyakannya ketegasan Pemkot, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto langsung turun ke lokasi pusat keramaian diantaranya Pasar Bogor. Bima yang mengenakan seragam Satpol PP bersama puluhan personel Satpol PP Kota Bogor membubarkan kerumunan warga di Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang, yang sempat dijadikan lokasi menumpahkan kekesalannya usai sembuh dari COVID-19 itu.
Viral Video Warga Kota Bogor Berjubel di Pasar, Ketegasan Pemkot Dipertanyakan

"Sekali lagi, kami mohon, tolong dibantu untuk membubarkan pengunjung. Semua toko yang bukan menjual makanan dan sembako agar ditutup," teriaknya melalui pengeras suara di Pasar Anyar. (Baca juga; Kasus Positif COVID-19 di Kota Bogor Berjumlah 101 Orang )

Perintah tegasnya itu langsung dipatuhi puluhan personel Satpol PP dengan cara menegur para pedagang yang menjual pakaian dan lainnya di luar kebutuhan esensial. Mayoritas merupakan pedagang kaki lima (PKL) dan berjualan menggunakan tenda.

Di sela-sela inspeksi mendadaknya itu, Bima juga sempat menegur para pengunjung melalui pengeras suara. Menurutnya, masyarakat mestinya prihatin dengan kondisi pandemi. "Tahun ini, Lebarannya prihatin. Banyak warga yang tidak bisa makan. Jadi, ditahan dulu untuk membeli baju baru, sepatu baru," katanya.

Dia menyampaikan tentang aturan PSBB yang melarang masyarakat berkerumun sebagai opsi karantina kesehatan untuk memutus rantai penularan COVID-19. "Yang melanggar, sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2020, terancam sanksi denda dan sosial," sebutnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Pramono: Mulai Agustus 2026 Wajib Dipilah
Fahri Bachmid Soroti...
Fahri Bachmid Soroti Algoritma dan Teknologi Digital saat LK II HMI Kota Bogor 2026
Mengintip Semarak Festival...
Mengintip Semarak Festival PBB 2026 di Bogor: Selamat Datang Kembali
Pramono Dorong 153 Pasar...
Pramono Dorong 153 Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Rekomendasi
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Berita Terkini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved