Disdik Luwu Timur Minta Sekolah Siapkan Diri Ikuti Asesmen Nasional

Kamis, 18 Februari 2021 - 18:47 WIB
loading...
Disdik Luwu Timur Minta...
Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse. Foto: Istimewa
A A A
LUWU TIMUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Luwu Timur meminta kepada pihak sekolah mempersiapkan diri, untuk mengukuti asesmen nasional, sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang ditiadakan di masa pandemi ini.

Hal ini berdasarkan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2021.

“Tahun 2021, ujian nasional diganti dengan asesmennasional, dengan ditiadakannya UN, maka tahun ini diberlakukan assesmen dimana yang diberikan ujian itu bukan hanya peserta didiknya tetapi guru dan kepala sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur La Besse.

Baca Juga: Pemerintah akan Bantu Asesmen Nasional di Sekolah dengan Fasilitas Terbatas

Pergantian tersebut kata dia, dilakukan dengan tujuan bukan untuk mengukur kemampuan hasil belajar murid tapi untuk mengukur seperti apa lembaga itu dalam hal ini sekolah.

"Setelah ada hasilnya, itulah dijadikan dasar rujukan oleh pemerintah untuk melakukan kebijakan-kebijakan di sekolah itu. Sehingga pemerintah berharap semua peserta asesmen ini terbuka," kata dia.

Adapun asesmen ini ada tiga komponen dimana yang pertama terkait Literasi (kemampuan membaca dan wawasan) dan Numerasi (kemampuan memahami sesuatu lewat angka-angka). Pesertanya itupun peserta asesmen nasional ini adalah kelas 5 SD, kelas 2 SMP dan kelas 2 SMA/SMK,

"Itupun pesertanya kalau di SD hanya 30 orang, di SMP dan SMA 45 orang. 30 dan 45 orang ini adalah ditentukan secara acak oleh Kementerian melalui data siswa yang ada didapodik," ujar La Besse.

Baca Juga: Asesmen Nasional Hanya akan Diikuti Siswa Kelas 5, 8 dan 11

Yang kedua, adalah terkait dengan karakter peserta didik apa yang terkait dengan kemampuan kepribadian anak-anak apa yang telah diajarkan, dilakukan oleh masing-masing sekolah. Seperti apa dampaknya terhadap anak-anak.

"Apakah telah mampu diterapkan di lingkungannya masing-masing atau tidak. Itu akan dinilai semua sebentar," jelasnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah survei lingkungan belajar. Survei lingkungan belajar ini pesertanya bukan peserta didik, tetapi guru dan kepala sekolah.

"Lebih baik anak-anak kita itu. Anak kelas 6 SD anak kelas 3 SMP, SMA/SMK untuk mempersiapkan diri untuk ujian sekolah," harapnya.

Sehingga, kata La Besse, kelulusan peserta didik ditentukan lulus atau tidaknya peserta didik itu dari sekolah sendiri. Sehingga tidak lagi negara masuk menguji mereka.

"Jadi logikanya yang paling tau apa yang diberikan dan apa yang diujikan anak-anak adalah sekolahnya masing-masing, yang selama ini UN yang dibuat oleh satu orang saja untuk seluruh siswa di Indonesia padahal perlakuannya belum tentu sama di setiap daerah. Sehingga dengan asesmen ini sekolah bisa melihat sendiri siapa yang bisa lulus siapa yang tidak," jelas La Besse.

Baca Juga: Kemendikbud Tunda Asesmen, P2G: Yang Diperlukan Evaluasi Pendidikan Nasional

Rencana awal kegiatan asesmen nasional dimulai pada Meret-April 2021 untuk SMP dan SMA/SMK, sementara SD di bulan Agustus tetapi karena melonjaknya angka Covid-19 sehingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan baru untuk pelaksanaan asesmen nasional 2021 akan dilaksanakan pada September-Oktober 2021 mendatang.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Dari Turnamen ke Kerja...
Dari Turnamen ke Kerja Sama Pendidikan, HGI Komunikasi dengan Disdik Jatim
Tembok Roboh Timpa SMPN...
Tembok Roboh Timpa SMPN 182 Jakarta, Polisi: Pemilik Bangunan Bersedia Memperbaiki
Transformasi Pendidikan,...
Transformasi Pendidikan, Pemkot Tangsel Bangun SDN Sawah 01 dengan Fasilitas Modern
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah pada 2025
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Pelanggaran TKA SMP...
Pelanggaran TKA SMP 2026, Dinas Pendidikan Jatuhkan Sanksi Teguran hingga Pembinaan
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved