Sri Mulyani Keliling Dunia Berkat Kemampuan Tari Tradisional
Kamis, 18 Februari 2021 - 11:57 WIB
loading...
Sri Mulyani mementaskan tarian berjudul Transformasi, sebuah Pentas Psikologi Imaginer dalam On Stage Festival Gunung Anyar Emas 2020 di Sanggar Anak Merdeka Indonesia, di Gunung Anyar Emas, Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Sosok Sri Mulyani sudah tidak asing di kalangan seniman, khususnya dunia tari. Perempuan kelahiran Kota Pahlawan pada tanggal 24 November 1975 ini banyak menorehkan prestasi dan mengharumkan bangsa lewat seni tari tradisional . Bahkan, berkat kemampuan menarinya, Sri Mulyani bisa keliling dunia.
Sri memang dibesarkan di lingkungan dunia tari. Sejak usai 13 tahun ia sudah mulai berlatih menari. Saat duduk di bangku sekolah, Sri menjadi andalan gurunya untuk mengisi setiap acara dan perlombaan tari. "Saya senang saja awalnya menari itu. Saya tidak berpikir menari itu bisa membawa saya kemana-mana. Ternyata dengan menari banyak teman, relasi, pengalaman dan membawa saya keliling beberapa negara," katanya. Baca juga:
Ia bercerita, pada tahun 1997, dirinya dipilih oleh sutradara untuk bermain teater, kolaborasi dengan seniman Perancis. Lawatan ke Prancis tersebut merupakan event kerjasama pemerintah Indonesia dengan Perancis dalam Festival Tour de France. Selama 3 bulan lamanya Sri mengelilingi 25 kota membawakan cerita sejarah Mesopotamia berjudul Pengembaraan Gilgamesh atau L’eppope de Gilgamesh. "Disana saya memainkan 3 tokoh sekaligus yang mengangkat kerajaan Mesopotamia," ujarnya.
Langkah Sri Mulyani tidak berhenti. Pada tahun 2004, ia merambah ke negara Belanda. Di negeri kincir angin itu, ia berkolaborasi dengan drummer Inisisri. Selama 1,5 bulan Sri mengelilingi 15 kota di Belanda. Di tahun yang sama, jawara Tari Remo ini pentas di Australia. Selama 10 hari, ia memberikan workshop tari, musik Karawitan dan tembang pada mahasiswa Universitas of Sydney.
"Kemudian 2008 di Turki, 2010 Hongkong, 2012 Hongkong, 2013 Honhkong, 2017 New Zealand mengisi workshop di sekolah-sekolah disana. Saya diundang KBRI juga untuk memberikan workhsop untuk warga Indonesia yang ada disana," ungkapnya. Terakhir, pada tahun 2019 Sri diajak kolaborasi dengan grup musik New Zealand dan tampil di Universitas Victoria.
Sri memang dibesarkan di lingkungan dunia tari. Sejak usai 13 tahun ia sudah mulai berlatih menari. Saat duduk di bangku sekolah, Sri menjadi andalan gurunya untuk mengisi setiap acara dan perlombaan tari. "Saya senang saja awalnya menari itu. Saya tidak berpikir menari itu bisa membawa saya kemana-mana. Ternyata dengan menari banyak teman, relasi, pengalaman dan membawa saya keliling beberapa negara," katanya. Baca juga:
Ia bercerita, pada tahun 1997, dirinya dipilih oleh sutradara untuk bermain teater, kolaborasi dengan seniman Perancis. Lawatan ke Prancis tersebut merupakan event kerjasama pemerintah Indonesia dengan Perancis dalam Festival Tour de France. Selama 3 bulan lamanya Sri mengelilingi 25 kota membawakan cerita sejarah Mesopotamia berjudul Pengembaraan Gilgamesh atau L’eppope de Gilgamesh. "Disana saya memainkan 3 tokoh sekaligus yang mengangkat kerajaan Mesopotamia," ujarnya.
Langkah Sri Mulyani tidak berhenti. Pada tahun 2004, ia merambah ke negara Belanda. Di negeri kincir angin itu, ia berkolaborasi dengan drummer Inisisri. Selama 1,5 bulan Sri mengelilingi 15 kota di Belanda. Di tahun yang sama, jawara Tari Remo ini pentas di Australia. Selama 10 hari, ia memberikan workshop tari, musik Karawitan dan tembang pada mahasiswa Universitas of Sydney.
"Kemudian 2008 di Turki, 2010 Hongkong, 2012 Hongkong, 2013 Honhkong, 2017 New Zealand mengisi workshop di sekolah-sekolah disana. Saya diundang KBRI juga untuk memberikan workhsop untuk warga Indonesia yang ada disana," ungkapnya. Terakhir, pada tahun 2019 Sri diajak kolaborasi dengan grup musik New Zealand dan tampil di Universitas Victoria.
Lihat Juga :