Bogor Perpanjang Ganjil Genap, Bima Arya: Kasus Positif Menurun Signifikan

Kamis, 18 Februari 2021 - 07:51 WIB
loading...
Bogor Perpanjang Ganjil...
Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim, kebijakan ganjil genap kendaraan berhasil menurunkan kasus positif Corona Virus Disease (COVID-19) sangat signifikan. Foto/SINDOnews
A A A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim, kebijakan ganjil genap kendaraan berhasil menurunkan kasus positif Corona Virus Disease (COVID-19) sangat signifikan. Biasanya kasus harian positif COVID-19 di atas 150 orang, saat ini terus melandai.

Bahkan data terbaru pada Rabu (17/2/2021) dilaporkan kasus positif COVID-19 penambahannya sebanyak 90 orang. (Baca juga; Ini Aturan Lengkap Perpanjangan Ganjil Genap di Kota Bogor saat Akhir Pekan )

"Dengan demikian total kasus positif COVID-19 di Kota Bogor menjadi 11.005 orang, rinciannya masih sakit atau positif aktif 1.285, sembuh 112 dan meninggal dunia 179 orang," ungkap Bima Arya yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2021).

Penurunan tersebut karena pihaknya secara ketat menerapkan ganjil genap bagi kendaraan saat akhir pekan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maka dari itu, kata Bima Arya, kebijakan ganjil genap akan dilanjutkan setiap akhir pekan selama dua pekan ke depan.

“Tadi kami menyepakati ganjil genap Insya Allah akan dilanjutkan setiap Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional. Tetapi dibatasi jam pemberlakuannya dari jam 09.00 - 18.00 WIB (sebelumnya 24 jam),” ungkap Bima.

Diperpanjangnya ganjil genap ini, kata Bima, setelah melihat hasil analisa data pada penerapan ganjil genap dua pekan sebelumnya yang menunjukan angka penurunan yang cukup baik, dari sisi mobilitas warga maupun angka kasus positif COVID-19.

“Tanggal 6 Februari angkanya 187 per hari, tanggal 15 Februari angkanya 105 per hari. Jadi ini penurunan yang signifikan sepanjang masa pandemi di Kota Bogor. Bahkan keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) dari tadinya 82%, sekarang di angka 48%. Sudah di bawah standar WHO, maksimal 60%. Jadi sangat baik,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Kemendagri Canangkan...
Kemendagri Canangkan Satpol PP sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Asri
Wamendagri: Kepemimpinan...
Wamendagri: Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif di Daerah Sangat Penting
Rekomendasi
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Berita Terkini
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved