Menkes Setujui PSBB Bandung Raya, Berlaku Mulai Rabu 22 April Dini Hari

Jum'at, 17 April 2020 - 21:34 WIB
loading...
Menkes Setujui PSBB...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Humas Pemprov Jabar
A A A
BANDUNG - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bandung raya, yang meliputi, Kota/Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Sumedang.

PSBB yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 sekaligus menghentikan wabah penyakit itu, bakal berlaku mulai Rabu 22 April 2020 dini hari pukul 00.00 WIB. PSBB tersebut berlaku selama 14 hari.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil megatakan, pihaknya sudah menerima Surat Keputusan Menkes RI Nomor HK.O 1.07l MtrNKES/259/2O2O tanggal 17 April 2020 tentang persujuan PSBB di wilayah Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang.

"Kami sudah mendapatkan surat dari Menteri Kesehatan yang isinya memberikan keputusan bahwa Kementerian Kesehatan menyetujui pemberlakuan PSBB di wilayah Metropolitan Bandung Raya," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (17/4/2020).

Sebelumnya, ujar Emil, PSBB diterapkan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek). Untuk PSBB di Bandung Raya plus Sumedang bakal mulai diterapkan pada Rabu 22 April dini hari.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama para wali kota dan bupati pada Rabu kemarin (15 April 2020). Kami menyepakati bahwa pelaksanaan PSBB di Bandung Raya akan dilaksanakan pekan depan, Rabu 22 April 2020," ujar Kang Emil.

PSBB di Bandung Raya plus Sumedang, tutur Gubernur, telah siap 100 persen secara teknis, baik pengamanan oleh Polri dan TNI, instansi terkait, maupun ketersediaan logistik.

Sebelum PSBB diterapkan, Pemkot/Pemkab Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung Barat, dan Sumedang akan melakukan sosialisasi kepada RT dan RW.

"Sosialisasi akan dilakukan selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa (18-21 April 2020) kepada seluruh RT dan RW dan pihak terkait. Setelah itu pada Rabu 22 April dini hari, PSBB mulai diterapkan," tutur Gubernur. (BACA JUGA: Kesadaran Warga Jawa Barat Soal Bahaya Corona Paling Rendah )

Emil mengimbau masyarakat menaati aturan yang dikeluarkan oleh Bupati dan Wali Kota melalui Perwal dan Perbup. Sebab terdapat sanksi yang bakal dikenakan bagi pelanggar yang tidak menaati aturan, seperti surat tilang dan blangko teguran.

"Kami mengimbau masyarakat di Bandung Raya yang jumlahnya mencapai 9-10 juta agar melakukan adaptasi persiapan dalam melaksanakan PSBB ini. Taati aturan yang dikeluarkan oleh wali kota dan bupati," tegas Kang Emil.

Jika selama PSBB masyarakat disiplin, ungkap dia, pembatasan sosial untuk menekan angka kasus penularan virus Corona itu tidak akan diperpanjang. Sebaliknya, jika masyarakat tak disiplin, PSBB bisa diperpanjang tanpa persetujuan Menteri Kesehatan.

"Pelaksanaan PSBB 14 hari, kita berdoa dengan kedisiplinan. Harusnya setelah 14 hari, PSBB tidak perlu dilanjutkan. Bukan tidak mungkin, PSBB bisa dilanjutkan tanpa ada persetujuan dari Kemenkes," tegasGubernur. (BACA JUGA: Nekat Tetap Buka, Pemkot Bandung Bakal Cabut Izin Usaha Mal )

Diketahui, jumlah pasien positif terinfeksi Corona di Jabar terus meningkat. Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) pada Kamis 16 April 2020 pukul 19.43 WIB, tercatat pasien positif berjumlah 570 orang. (BACA JUGA: Virus Corona Mewabah, Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa di Jabar Meningkat )

Pasien yang positif terpapar tersebar di berbagai wilayah di Jabar seperti Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten Sukabumi, hingga Kota Tasikmalaya.

Kota Bandung masih menjadi wilayah tertinggi di Jabar dengan angka pasien positif Corona sebanyak 93 orang. Kemudian disusul Kota Depok berjumlah 91.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Kang Cucun Tinjau Program...
Kang Cucun Tinjau Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Lahan BUMN
Irma dan Jejak Pemberdayaan...
Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas melalui PNM Mekaar di Bandung
Sisihkan Penghasilan...
Sisihkan Penghasilan untuk Bantu Rakyat, Ahmad Najib Gelar PANsar Murah di Bandung
Kapolda Jabar Bantu...
Kapolda Jabar Bantu 30 Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung
Mendagri Minta Warga...
Mendagri Minta Warga Direlokasi dan Reboisasi Kawasan Rawan Longsor di Cisarua Bandung
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
KPK Hibahkan Tanah dan...
KPK Hibahkan Tanah dan Bangunan Senilai Rp16,39 Miliar ke Pemprov Jabar
Cuaca Ekstrem dan Angin...
Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Terjang Jabar-Jatim, Puluhan Rumah Warga Rusak
Rekomendasi
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Berita Terkini
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Infografis
Jadwal Imsakiyah Jakarta,...
Jadwal Imsakiyah Jakarta, Bandung, Surabaya Rabu 20 April 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved