Tumpukan Sampah di Jalan Poros Kariango Membahayakan Pengendara
Jum'at, 12 Februari 2021 - 17:26 WIB
loading...
Sampah menumpuk di bahu jalan Poros Kariango, tepatnya Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Jumat (12/2/2021) pagi. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Tumpukan sampah rumah tangga kembali terlihatjalan poros Kariango, tepatnya di Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Jumat (12/2/2021) pagi.
Limbah sampah rumah tangga tersebut menumpuk di tepi jalan perbatasan antara Desa Tenrigangkae dan Desa Bontomatene.
Baca juga: Musim Hujan, Volume Sampah Harian di Kabupaten Maros Naik
Tumpukan sampah ini pun membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah. Pasalnya sampah ini mengeluarkan bau tak sedap dan merusak pemandangan, belum lagi jika ada hewan yang menarik sampah ini ke badan jalan, berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.
Selain menumpuk di bibir jalan, sampah juga terlihat mencemari sungai yang berada di dekatnya. Bahkan air sungai yang dulunya jernih saat ini sudah berubah warna dan berbau.
Baca juga: Bupati Maros Resmikan 3 Gedung Baru RSUD Salewangang
Salah seorang pengendara motor , Firdaus mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah lama menghiasi jalan perbatasan antar desa. Bahkan jumlahnya semakin banyak setiap harinya.
Limbah sampah rumah tangga tersebut menumpuk di tepi jalan perbatasan antara Desa Tenrigangkae dan Desa Bontomatene.
Baca juga: Musim Hujan, Volume Sampah Harian di Kabupaten Maros Naik
Tumpukan sampah ini pun membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah. Pasalnya sampah ini mengeluarkan bau tak sedap dan merusak pemandangan, belum lagi jika ada hewan yang menarik sampah ini ke badan jalan, berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.
Selain menumpuk di bibir jalan, sampah juga terlihat mencemari sungai yang berada di dekatnya. Bahkan air sungai yang dulunya jernih saat ini sudah berubah warna dan berbau.
Baca juga: Bupati Maros Resmikan 3 Gedung Baru RSUD Salewangang
Salah seorang pengendara motor , Firdaus mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah lama menghiasi jalan perbatasan antar desa. Bahkan jumlahnya semakin banyak setiap harinya.
Lihat Juga :