Tubuh Melepuh Dibakar Istri, Perawatan Driver Ojol Ini Terkendala Biaya
Kamis, 11 Februari 2021 - 05:36 WIB
loading...
Ini rumah Samsudin (47), driver Ojek online (Ojol) yang dibakar istrinya sendiri di Jalan Sukamulya, RT01 RW08, Serua Indah, Ciputat, Tangsel. Foto/SINDOnews
A
A
A
TANGSEL - Samsudin (47), driver Ojek online (Ojol) yang dibakar istrinya sendiri di Jalan Sukamulya, RT01 RW08, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan.
Kondisi luka bakar yang dialami Samsudin cukup memprihatinkan. Disebutkan, 95 persen tubuhnya melepuh. Dia sempat tak sadarkan diri tak lama setelah peristiwa yang terjadi pada Kamis 4 Februari 2021 dinihari itu.
Saking parahnya, 3 rumah sakit di Kota Tangsel, RS Buah Hati, RSU, dan RS Sari Asih tak sanggup memberikan penanganan medis. Lantas Samsudin dirujuk ke RS Fatmawati. Hingga saat ini, dia terbaring tanpa daya di sana.
Meski telah mendapat perawatan medis, rupanya persoalan lain pun datang di mana biaya yang ada dalam hitungan hari telah mencapai lebih dari Rp32 jutaan. Biaya itu tak dapat ditanggung BPJS Kesehatan lantaran Samsudin adalah korban dari suatu tindak pidana.
"Jadi saya aktif berkomunikasi dengan anak korban dan beberapa tetangga yang ikut menengok kesana. Memang perawatan korban ini terkendala biaya, harus ditanggung sendiri karena tak bisa dicover BPJS," terang Nanang H Martadi, Ketua RW08, Serua, Ciputat, Rabu (10/02/21).
Kondisi luka bakar yang dialami Samsudin cukup memprihatinkan. Disebutkan, 95 persen tubuhnya melepuh. Dia sempat tak sadarkan diri tak lama setelah peristiwa yang terjadi pada Kamis 4 Februari 2021 dinihari itu.
Saking parahnya, 3 rumah sakit di Kota Tangsel, RS Buah Hati, RSU, dan RS Sari Asih tak sanggup memberikan penanganan medis. Lantas Samsudin dirujuk ke RS Fatmawati. Hingga saat ini, dia terbaring tanpa daya di sana.
Meski telah mendapat perawatan medis, rupanya persoalan lain pun datang di mana biaya yang ada dalam hitungan hari telah mencapai lebih dari Rp32 jutaan. Biaya itu tak dapat ditanggung BPJS Kesehatan lantaran Samsudin adalah korban dari suatu tindak pidana.
"Jadi saya aktif berkomunikasi dengan anak korban dan beberapa tetangga yang ikut menengok kesana. Memang perawatan korban ini terkendala biaya, harus ditanggung sendiri karena tak bisa dicover BPJS," terang Nanang H Martadi, Ketua RW08, Serua, Ciputat, Rabu (10/02/21).
Lihat Juga :