Kiriman Uang TKI Selama 2020 Minus 2,48 Persen Menjadi Rp6,58 triliun, Ini Penyebabnya

Selasa, 09 Februari 2021 - 08:00 WIB
loading...
Kiriman Uang TKI Selama...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
SURABAYA - Transfer dana dari luar negeri atau remitansi ke Jawa Timur (Jatim) selama 2020 mengalami penurunan nominal hingga -2,48% dibandingkan 2019.

Penurunan tersebut akibat pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia. Wabah virus Corona membuat banyak pekerja Jatim di luar negeri atau tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali pulang, dan mengurangi jumlah pengiriman uang.

Adapun pada 2020 tercatat nilai remitansi yang masuk ke Jatim mencapai Rp6,58 triliun dengan total frekuensinya tercatat 1.071.373 transaksi. Sedangkan pada 2019, nilai remitansi tercatat mencapai Rp6,74 triliun dengan total frekuensi 1.035.980 transaksi.

“Secara nominal mengalami penurunan, tetapi secara frekuensi transfer dana incoming (dari luar negeri ke Jatim) pada tahun lalu naik 3,41% (yoy),” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Senin (8/2/2021).

Di Jatim, terdapat 10 Penyelenggara Transfer Dana (PTD) Bukan Bank yang mencatatkan pengiriman uang dari luar negeri. Dari 10 PTD tersebut, lima berada dalam pengawasan BI Jatim, tiga PTD di bawah pengawasan BI Malang dan Kediri terdapat dua PTD.

Baca juga: Bertambah 52, Jumlah Warga Jawa Timur Meninggal Akibat COVID-19 Tembus 8.204 Orang

“Sejak pandemi terjadi di bulan ketiga tahun lalu, tren pengiriman dana ke Jatim per triwulan juga mengalami penurunan,” imbuh Difi.

BI Jatim mencatat, pada triwulan I 2020, ada dana masuk sebesar Rp1,99 triliun dengan jumlah frekuensi 305.176 transaksi. Pada triwulan II 2020 turun menjadi Rp1,44 triliun dengan frekuensi 254.330 transaksi.

Baca juga: Putus Mata Rantai COVID-19, BPJamsostek Surabaya Darmo Bagikan Corona Safety Kit

Namun begitu, remitansi pada triwulan III 2020 sempat naik menjadi Rp1,63 triliun dengan frekuensi 262.739 transaksi. Lalu pada triwulan IV 2020 kembali turun -8,28% menjadi hanya Rp1,5 triliun dengan frekuensi 249.128 transaksi.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tumbuh Kuat
BATFEST 2025 Digelar...
BATFEST 2025 Digelar Gratis di Kalsel, Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved