Dukung Riset, Petrokimia Gresik Gunakan 10 Unit GeNose UGM
Sabtu, 06 Februari 2021 - 17:25 WIB
loading...
Serah terima 10 unit GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kepada Petrokimia Gresik. Foto/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Petrokimia Gresik menerima 10 unit GeNose C19 atau alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta senilai Rp620 juta.
Baca juga: Bayar Rp20 Ribu, Tes GeNose di Stasiun Jogja Lebih Diminati Dibanding Swab Antigen
GeNose C19 diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Dr Paripurna, kepada Komisaris Utama Petrokimia Gresik, T Nugroho Purwanto beserta Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih di UGM Science Techno Park, Yogyakarta, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Hasil Tes GeNose Positif, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang Kereta
"Ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami terhadap hasil riset anak bangsa. Petrokimia Gresik menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang menggunakan GeNose C19. Kami bangga dengan karya ini," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).
Pengadaan GeNose C19 ini juga merupakan upaya memerangi COVID-19, di mana Petrokimia Gresik yang merupakan objek vital nasional (obvitnas) tidak boleh terganggu operasionalnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Terlebih, sektor pertanian menjadi tulang punggung pemulihan perekonomian nasional di tahun 2021.
"Petrokimia Gresik mendapatkan amanah penyaluran pupuk subsidi paling banyak di antara anggota holding Pupuk Indonesia lainnya, yaitu 4,9 juta ton. Langkah pencegahan atau deteksi dini COVID-19 menggunakan GeNose C19 semakin relevan," tandas Nugroho.
Sementara itu, Digna menambahkan untuk tahap awal, 10 unit GeNose C19 ini akan digunakan untuk screening COVID-19 bagi karyawan organik maupun non-organik di Petrokimia Gresik. Sehingga upaya pencegahan penularan virus ini semakin ketat.
Baca juga: Bayar Rp20 Ribu, Tes GeNose di Stasiun Jogja Lebih Diminati Dibanding Swab Antigen
GeNose C19 diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Dr Paripurna, kepada Komisaris Utama Petrokimia Gresik, T Nugroho Purwanto beserta Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih di UGM Science Techno Park, Yogyakarta, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Hasil Tes GeNose Positif, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang Kereta
"Ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami terhadap hasil riset anak bangsa. Petrokimia Gresik menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang menggunakan GeNose C19. Kami bangga dengan karya ini," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).
Pengadaan GeNose C19 ini juga merupakan upaya memerangi COVID-19, di mana Petrokimia Gresik yang merupakan objek vital nasional (obvitnas) tidak boleh terganggu operasionalnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Terlebih, sektor pertanian menjadi tulang punggung pemulihan perekonomian nasional di tahun 2021.
"Petrokimia Gresik mendapatkan amanah penyaluran pupuk subsidi paling banyak di antara anggota holding Pupuk Indonesia lainnya, yaitu 4,9 juta ton. Langkah pencegahan atau deteksi dini COVID-19 menggunakan GeNose C19 semakin relevan," tandas Nugroho.
Sementara itu, Digna menambahkan untuk tahap awal, 10 unit GeNose C19 ini akan digunakan untuk screening COVID-19 bagi karyawan organik maupun non-organik di Petrokimia Gresik. Sehingga upaya pencegahan penularan virus ini semakin ketat.
Lihat Juga :