Dahsyatnya Sesar Lembang, Tahun 2011 Ratusan Rumah di Kampung Muril Rusak
Kamis, 28 Januari 2021 - 20:46 WIB
loading...
Dadan (46) warga Kampung Muril, RW 15 Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, yang sempat merasakan kedahsyatan gempa dari Sesar Lembang. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Sesar Lembang disebutkan sedang 'tertidur' pulas, namun bisa saja tiba-tiba terjadi pelepasan energi yang bisa memicu terjadinya gempa . Apalagi hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan tepat kapan bencana akan terjadi, termasuk 'bangunnya' Sesar Lembang.
Baca juga: BMKG: Gempa Bumi Lampung M5,4 Tidak Berpotensi Tsunami
Sementara bagi warga Kampung Muril, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membicarakan Sesar Lembang , ibarat menguak luka lama. Pasalnya ratusan rumah di kampung tersebut sempat porak poranda akibat gempa bumi yang berasal dari pergerakan Sesar Lembang.
Peristiwa yang terjadi pada 28 Agustus 2011 itu hingga kini masih menyisakan trauma psikis, terutama bagi warga yang rumahnya rusak. Bahkan saat itu guncangan Sesar Lembang tidaklah besar, hanya bermagnitudo 3,3. Tapi itu sudah cukup membuat ratusan rumah mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan, sedang, sampai rusak parah.
" Rumah saya hancur , atap dan temboknya roboh. Saya masih dilindungi saat itu, karena keluarga berhasil menyelamatkan diri," terang salah seorang korban gempa Sesar Lembang tahun 2011, Dadan (46) warga Kampung Muril, RW 15 Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, Kamis (28/1/2021).
Baca juga: Gresik Gempar, Pasien Cantik Positif COVID-19 di Gresik Kabur Dari Ruang Perawatan
Baca juga: BMKG: Gempa Bumi Lampung M5,4 Tidak Berpotensi Tsunami
Sementara bagi warga Kampung Muril, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membicarakan Sesar Lembang , ibarat menguak luka lama. Pasalnya ratusan rumah di kampung tersebut sempat porak poranda akibat gempa bumi yang berasal dari pergerakan Sesar Lembang.
Peristiwa yang terjadi pada 28 Agustus 2011 itu hingga kini masih menyisakan trauma psikis, terutama bagi warga yang rumahnya rusak. Bahkan saat itu guncangan Sesar Lembang tidaklah besar, hanya bermagnitudo 3,3. Tapi itu sudah cukup membuat ratusan rumah mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan, sedang, sampai rusak parah.
" Rumah saya hancur , atap dan temboknya roboh. Saya masih dilindungi saat itu, karena keluarga berhasil menyelamatkan diri," terang salah seorang korban gempa Sesar Lembang tahun 2011, Dadan (46) warga Kampung Muril, RW 15 Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, Kamis (28/1/2021).
Baca juga: Gresik Gempar, Pasien Cantik Positif COVID-19 di Gresik Kabur Dari Ruang Perawatan
Lihat Juga :