Viral, Pasien Meninggal Gegara Ruang ICU RS Penuh Pasien COVID-19
Rabu, 27 Januari 2021 - 13:51 WIB
loading...
Foto dok SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Sebuah cuitan yang mengeluhkan penuhnya ruang ICU rumah sakit di Bandung viral di media sosial terutama Twitter. Cuitan tersebut mendapatkan tanggapan luas dari netizen lantaran banyak yang mengeluhkan hal serupa.
Cuitan tersebut pertama kali diunggah oleh account @ibobmz. Dalam cuitannya, dia menyebutkan orang tuanya meninggal akibat serangan jantung. Orang tuanya tersebut tidak tertolong, lantaran ruang ICU di beberapa rumah sakit penuh akibat merawat pasien COVID-19. Baca juga: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Mutlak Dilakukan
"Mamahku meninggal hari Kamis 21 jan 21, terkena serangan jantung, ‘terlambat masuk icu," karena semua rumah sakit di bdg icu nya rata2 digunakan pasien covid. Begitupun kamar rawatnya (buat bpjs). Saya ikhlas, tidak menyalahkan siapapun," cuit dia.
Pada cuitan selanjutnya, account tersebut mengaku, kasus yang dialami orang tuanya tersebut bisa saja tidak terjadi, bila kasus COVID-19 berkurang atau turun. Apalagi, pasien yang masuk ICU diharuskan tes PCR yang hasilnya bisa sampai dua hari. Sementara pasien perlu pertolongan segera.
Di akhir cuitannya, dia mengaku tidak sedang menyalahkan rumah sakit dan nakes yang sedang berjuang menghadapi COVID-19. Namun, garda terdepan menanggulangi pandemi di mulai dari diri sendiri agar penyebarannya bisa dikendalikan.
Cuitan tersebut pertama kali diunggah oleh account @ibobmz. Dalam cuitannya, dia menyebutkan orang tuanya meninggal akibat serangan jantung. Orang tuanya tersebut tidak tertolong, lantaran ruang ICU di beberapa rumah sakit penuh akibat merawat pasien COVID-19. Baca juga: Cegah Sistem Kesehatan Kolaps, Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Mutlak Dilakukan
"Mamahku meninggal hari Kamis 21 jan 21, terkena serangan jantung, ‘terlambat masuk icu," karena semua rumah sakit di bdg icu nya rata2 digunakan pasien covid. Begitupun kamar rawatnya (buat bpjs). Saya ikhlas, tidak menyalahkan siapapun," cuit dia.
Pada cuitan selanjutnya, account tersebut mengaku, kasus yang dialami orang tuanya tersebut bisa saja tidak terjadi, bila kasus COVID-19 berkurang atau turun. Apalagi, pasien yang masuk ICU diharuskan tes PCR yang hasilnya bisa sampai dua hari. Sementara pasien perlu pertolongan segera.
Di akhir cuitannya, dia mengaku tidak sedang menyalahkan rumah sakit dan nakes yang sedang berjuang menghadapi COVID-19. Namun, garda terdepan menanggulangi pandemi di mulai dari diri sendiri agar penyebarannya bisa dikendalikan.
Lihat Juga :