Abrasi Sungai Tui Ancam Puluhan Rumah Warga Sinjai
Sabtu, 23 Januari 2021 - 09:30 WIB
loading...
Kondisi rumah salah seorang warga di Tekolampe, Kelurahan Biringere, Kabupaten Sinjai yang rumahnya tergerus abrasi Sungai Tui. Foto SINDOnews/Irman Bagoseng
A
A
A
SINJAI - Permukiman penduduk di bantaran Sungai Tui yang terletak di wilayah Tekolampe, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, terbilang cukup memprihatinkan. Terdapat puluhan rumah warga yang kini terancam abrasi .
Dari pantauan SINDOnews, sejumlah rumah yang terletak di bantaran Sungai Tui mengalami rusak parah, khususnya pada bagian dapur. Guna penganganan sementara, mereka sebatas memasang patok bambu yang ditancap ke sungai sebagai penghambat abrasi .
Salah seorang warga Tekolampe, Arsyad (60), mengaku sangat khawatir di musim hujan, apalagi tatkala air sedang pasang. Tidak jarang air masuk ke dalam rumahnya, padahal dulunya jarak rumahnya dengan sungai mencapai empat meter.
Baca Juga: Pembangunan Rampung, Pasar Sentral Sinjai Akan Diresmikan Bulan Depan
"Hampir setiap tahun kalau sudah masuk musim hujan dan air sungai pasang, ya pasti kami resah. Itu karena air pasti masuk ke dalam rumah, itu terjadi pasca-dibangunnya bendungan yang tidak sampai di hilir," keluh dia.
Arsyad berharap pemerintah segera membangun tanggul penahan abrasi secara utuh. Termasuk soal pembangungan bendungan diharapkan dapat dibangun secara menyeluruh hingga ke hilir, tepatnya di muara sungai.
Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai, Andi Ottong , mengatakan soal pembangunan bendungan atau tanggul guna menahan abrasi Sungai Tui sedang diperjuangkan pihaknya. Hal itu merupakan kewenangan provinsi. Olehnya itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Adenan Rasyid, kemarin.
Dari pantauan SINDOnews, sejumlah rumah yang terletak di bantaran Sungai Tui mengalami rusak parah, khususnya pada bagian dapur. Guna penganganan sementara, mereka sebatas memasang patok bambu yang ditancap ke sungai sebagai penghambat abrasi .
Salah seorang warga Tekolampe, Arsyad (60), mengaku sangat khawatir di musim hujan, apalagi tatkala air sedang pasang. Tidak jarang air masuk ke dalam rumahnya, padahal dulunya jarak rumahnya dengan sungai mencapai empat meter.
Baca Juga: Pembangunan Rampung, Pasar Sentral Sinjai Akan Diresmikan Bulan Depan
"Hampir setiap tahun kalau sudah masuk musim hujan dan air sungai pasang, ya pasti kami resah. Itu karena air pasti masuk ke dalam rumah, itu terjadi pasca-dibangunnya bendungan yang tidak sampai di hilir," keluh dia.
Arsyad berharap pemerintah segera membangun tanggul penahan abrasi secara utuh. Termasuk soal pembangungan bendungan diharapkan dapat dibangun secara menyeluruh hingga ke hilir, tepatnya di muara sungai.
Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai, Andi Ottong , mengatakan soal pembangunan bendungan atau tanggul guna menahan abrasi Sungai Tui sedang diperjuangkan pihaknya. Hal itu merupakan kewenangan provinsi. Olehnya itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Adenan Rasyid, kemarin.
Lihat Juga :