Warga 1 Kampung Ini Selamat dari Maut, Meski Dekat dengan Pusat Gempa dan Seluruh Rumah Hancur

loading...
Warga 1 Kampung Ini Selamat dari Maut, Meski Dekat dengan Pusat Gempa dan Seluruh Rumah Hancur
Di setiap musibah melanda, selalu saja ada keajaiban yang terjadi. Seperti yang dialami puluhan warga Desa Mekatta, Malunda, Majene, Sulbar yang selamat dari gempa dahsyat meski seluruh rumah rusak parah dan hancur. Foto iNews TV/Huzair Z
MAJENE - Di setiap musibah melanda, selalu saja ada keajaiban yang terjadi. Seperti yang dialami puluhan warga Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Majene , Sulbar yang selamat dari gempa dahsyat meski seluruh rumah rusak parah dan hancur.

Dimana puluhan kepala keluarga di Dusun Aholeang, Desa Mekatta, Kecamatan Malunda ini selamat dari Gempa Majene 6,2 Skala Richter meski kampung mereka luluh lantak. Padahal wilayah kampung mereka dekat dengan episentrum (pusat) gempa.
Warga 1 Kampung Ini Selamat dari Maut, Meski Dekat dengan Pusat Gempa dan Seluruh Rumah Hancur

Arni warga Dusun Aholeang menceritakan kisah puluhan warganya yang selamat dari maut Gempa Majene 6,2 Skala Richter. Menurut dia, usai gempa pertama yang berkekuatan 5,9 Skala Richter mengguncang dusunnya pada Kamis siang, 14 Januari 2021 mereka berbondong bondong meninggalkan rumah.

Baca : Gempa Majene 6,2 SR Hancurkan RS Mitra Manakarra, Sejumlah Perawat dan Pasien Tertimbun


“Alhamdulilah ini pertolongan Allah SWT, ada firasat kalau akan ada gempa yang lebih besar. Jadi puluhan warga pilih mengungsi dulu, padahal kan itu terjadi pada siang hari,” kata dia.

Jadi menurut dia, puluhan warga langsung menggungsi ke tempat terbuka yang lebih tinggi dan memilih bertahan di pengungsian. "Saat gempa susulan berkekuatan 6,2 Skala Richter saat dinihari itu kami masih berada di tempat mengungsi,” timpalnya.



Namun saat kita kembali ke perkampungan ternyata seluruh kampung kecil ini hancur. Rumah-rumah warga pun kebanyakan rata dengan tanah. Bahkan jalan setapak di tempat ini retak dan terbelah usai diguncang gempa berkali kali.

“Seluruh rumah kami dan harta benda tak bisa diselamatkan lagi. Padahal tadinya kami kembali ingin mengambil sebagian barang yang bisa diselamatkan namun melihat kampung sudah hancur kami memilih mengungsi keluar wilayah karena daerahnya masih rawan dengan gempa susulan,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini warga dusunnya tersebar di beberapa posko posko pengungsian di wilayah Majene dan Polewali Mandar.

Baca juga: Gempa Majene 6,2 SR Hancurkan Kantor Gubernur, Hotel, dan Rumah Sakit




Berdasarkan data dari BPBD Sulbar hingga hari ini korbanmeninggal akibat bencana gempa tersebut mencapai 84 jiwa. Dimana untuk Kabupaten Majene korban meninggal sebanyak 11 jiwa dan Kabupaten Mamuju 73 jiwa .
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top