Kisah Mahasiswi Cantik Jago Silat Nyambi Driver Ojol Demi Kuliah S2
Senin, 18 Januari 2021 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai mahasiswa sekaligus driver ojol, tantangan terbesar baginya adalah mengelola waktu. Dia harus mengikuti perkuliahan daring dan mengerjakan tugas sekaligus melayani pelanggan. Apalagi dalam sehari kadang-kadang dia menerima empat tugas sekaligus yang harus dikerjakan.
Menurutnya, bekerja sebagai driver ojol bisa lebih leluasa, karena dirinya bisa mengelola waktu sendiri. “Saya biasanya mulai terima order mulai jam 10 pagi. Kadang-kadang sampai jam 9 malam,” ujarnya.
Keberhasilan Lily mengatur waktu terlihat dari prestasinya. Selama kuliah, ia hampir selalu mendapatkan IPK di atas 3,5. "Alhamdulillah IPK 3,5. Pernah satu kali di bawah itu," kata Lily.
Saat awal jadi driver ojol, Lily sempat merasakan kekhawatiran terkait keamanan. Karena perempuan, ia khawatir ada pelanggan yang iseng atau ingin berbuat jahat.
Namun Kekhawatiran itu diakalinya dengan memilih order di daerah yang dirasa nyaman. Jika terlalu jauh dan menurutnya mengkhawatirkan, dia tidak ambil order itu.
Kedua orang tuanya juga berpesan agar dia selalu hati-hati. “Ibu saya selalu wanti-wanti agar kerjaan saya tidak mengganggu kuliah dan selalu berhati-hati,” katanya.
Rasa khawatirnya juga diimbangi dengan kemampuannya beladiri. Ternyata Lily jago pencak silat. Sehingga kemampuan bela diri itu bisa dipakai kalau sewaktu-waktu mengalami situasi darurat.
Baca juga: Gubernur Ganjar Tegur Bupati Kendal Segera Berlakukan PPKM
Menurutnya, bekerja sebagai driver ojol bisa lebih leluasa, karena dirinya bisa mengelola waktu sendiri. “Saya biasanya mulai terima order mulai jam 10 pagi. Kadang-kadang sampai jam 9 malam,” ujarnya.
Keberhasilan Lily mengatur waktu terlihat dari prestasinya. Selama kuliah, ia hampir selalu mendapatkan IPK di atas 3,5. "Alhamdulillah IPK 3,5. Pernah satu kali di bawah itu," kata Lily.
Saat awal jadi driver ojol, Lily sempat merasakan kekhawatiran terkait keamanan. Karena perempuan, ia khawatir ada pelanggan yang iseng atau ingin berbuat jahat.
Namun Kekhawatiran itu diakalinya dengan memilih order di daerah yang dirasa nyaman. Jika terlalu jauh dan menurutnya mengkhawatirkan, dia tidak ambil order itu.
Kedua orang tuanya juga berpesan agar dia selalu hati-hati. “Ibu saya selalu wanti-wanti agar kerjaan saya tidak mengganggu kuliah dan selalu berhati-hati,” katanya.
Rasa khawatirnya juga diimbangi dengan kemampuannya beladiri. Ternyata Lily jago pencak silat. Sehingga kemampuan bela diri itu bisa dipakai kalau sewaktu-waktu mengalami situasi darurat.
Baca juga: Gubernur Ganjar Tegur Bupati Kendal Segera Berlakukan PPKM
Lihat Juga :