Tim Kuasa Hukum Duga Habib Rizieq Jadi Target Operasi Politik dengan Memperalat Hukum

Rabu, 13 Januari 2021 - 10:37 WIB
loading...
Tim Kuasa Hukum Duga...
Kuasa Hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar.Foto/MNC Portal/Dok
A A A
JAKARTA - Tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab menilai putusan praperadilan terhadap Habib Rizieq Shihab bisa menjadi preseden, apakah penyidik dan JPU akan menjadikan tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah tindak kejahatan yang dilarang oleh negara. Habib Rizieq Shihab pun diduga menjadi target operasi politik dengan memperalat hukum.

"Jika iya, tentunya akan menjadi catatan sejarah, di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, telah menjadikan tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad SAW salah satu bentuk peristiwa pidana yang dipersepsi sebagai sebuah tindak kejahatan," ungkap salah satu anggota tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, M Kamil Pasha pada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Menurutnya, tim kuasa hukum akan melakukan segala upaya perlawanan hukum terhadap segala bentuk kriminalisasi terhadap Habib Rizieq. Dia pun berterima kasih pada semua dukungan masyarakat di semua Indonesia yang telah mendoakan Habib Rizieq di kasus itu.

Sementara itu, pengacara Habib Rizieq lainnya, Azis Yanuar menambahkan, Habib Rizieq diduga menjadi target operasi politik dengan memperalat hukum. Terbukti, Habib Rizieq kembali dijadikan tersangka dalam kasus di RS Ummi Bogor. (Baca: Pengacara Sebut Putusan Penolakan Praperadilan Habib Rizieq Menyesatkan)

"Jelas terlihat orkestra melalui instrumen hukum yang menimpa HRS saat ini telah dikendalikan kekuasaan politik dari penguasa dzalim. Penerapan Pasal 14 UU No. 1/1946 terhadap HRS dalam kasus di RS UMMI Bogor adalah jelas merupakan upaya untuk tetap melakukan isolasi terhadap HRS dalam penjara," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Rekomendasi
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved