Penghuni Rumah DP 0 Rupiah di Jakarta Barat Keluhkan Buruknya Kualitas Air Bersih
Selasa, 12 Januari 2021 - 11:17 WIB
loading...
Kualitas air bersih di Rusunawa DKI Apartement Sentraland Cengkareng, dikeluhkan penghuni.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A
A
A
JAKARTA - Kualitas air bersih di Rusunami DKI Apartement Sentraland Cengkareng, Jakarta Barat, yang menjadi program Samawa DP 0 Rupiah Pemprov DKI Jakarta masih terkendala.Selain berwarna kuning, air juga menimbulkan bau menyengat seperti karat, hingga menyebabkan gatal dan iritasi.
Padahal suplai air bersih disana baru dua bulan setelah Pam Jaya melalui Palyja menyuplainya.“Lebih jernih air sungai malah,” kata Eka, salah satu penghuni sembari memperlihatkan seember air berwarna kuning, Selasa (12/1/2021).
Selain Eka, ada pula penghuni lainnya yang mengeluhkan hal serupa. Mereka mengakui kualitas air di sini kerap kali berbau karat. Saat ditampung ke wadah seperti ember, air berwarna sedikit kuning terlihat.
“Warna cokelatnya pekat sih jarang-jarang. Palingan yang sering kalo pagi dan sore warna agak kekuning-kuningan,” kata Adi. (Baca: Pemprov DKI Segera Lakukan Vaksinasi COVID-19, Nakes Mengaku Ragu tapi Takut Menolak)
Permasalahan air di sini bukanlah yang pertama, pada Oktober 2020 lalu sejumlah warga mengeluhkan hal ini kepada Badan Pengelola di sana. Namun tak mendapatkan respons baik, laporan warga diabaikan.
Padahal suplai air bersih disana baru dua bulan setelah Pam Jaya melalui Palyja menyuplainya.“Lebih jernih air sungai malah,” kata Eka, salah satu penghuni sembari memperlihatkan seember air berwarna kuning, Selasa (12/1/2021).
Selain Eka, ada pula penghuni lainnya yang mengeluhkan hal serupa. Mereka mengakui kualitas air di sini kerap kali berbau karat. Saat ditampung ke wadah seperti ember, air berwarna sedikit kuning terlihat.
“Warna cokelatnya pekat sih jarang-jarang. Palingan yang sering kalo pagi dan sore warna agak kekuning-kuningan,” kata Adi. (Baca: Pemprov DKI Segera Lakukan Vaksinasi COVID-19, Nakes Mengaku Ragu tapi Takut Menolak)
Permasalahan air di sini bukanlah yang pertama, pada Oktober 2020 lalu sejumlah warga mengeluhkan hal ini kepada Badan Pengelola di sana. Namun tak mendapatkan respons baik, laporan warga diabaikan.
Lihat Juga :