Kisah Linda Wan, dari Seorang IRT Jadi Pengusaha Kecantikan
Minggu, 10 Januari 2021 - 22:31 WIB
loading...
Kisah Linda Wan, dari seorang .ibu rumah tangga (IRT) jadi pengusaha kecantikan sukses. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Pengusaha wanita bernama Linda Wan ini lahir di Surabaya , pada tanggal 11 Oktober 1989. Dia adalah ibu dari empat orang anak, dan juga pengusaha dari bisnis kecantikan.
Diakuinya, dirinya memulai terjun dan mendalami skill kecantikan dari tahun 2012, dengan tekad kuat untuk mengikuti sekolah kecantikan dan belajar dengan para ahli kecantikan. “Saat memulainya ada beberapa kendala, tapi karena memang menyukai bidang ini, maka dijalani dengan sukacita,” kata dia, Minggu (10/1/2021). (Baca juga: Modal Rp0, Wanita Ini Bisa Sukses Jadi Pengusaha, Ini Ceritanya )
Menurut dia, saat awal memulainya pada tahun 2012 dengan modal keyakinan dan skill yang sudah dimiliki dibukalah studio kecantikan. Saat awal membukanya cukup menguras effort yang luar biasa. Sedikit yang datang, namun tetap harus menggaji karyawan. (Baca juga: Perkuat Peran Perempuan dalam Perekonomian Keluarga Saat Pandemi Covid-19 )
“Sebagai pengusaha yang tetap harus menjaga kestabilan perusahaan, dan mempertahankan karyawan yang ada, suami saya sampai menjual handphone untuk menggaji karyawan,” cerita dia.
Namun seiring berjalannya waktu, usaha berjalan membaik, klien datang satu per satu. Happymee, adalah nama yang membawa keberuntungan. Klien merasa puas dan happy dengan hasil yang didapatkan. Tidak sedikit klien Happymee yang berlangganan hingga bertahun-tahun.
Diakuinya, dirinya memulai terjun dan mendalami skill kecantikan dari tahun 2012, dengan tekad kuat untuk mengikuti sekolah kecantikan dan belajar dengan para ahli kecantikan. “Saat memulainya ada beberapa kendala, tapi karena memang menyukai bidang ini, maka dijalani dengan sukacita,” kata dia, Minggu (10/1/2021). (Baca juga: Modal Rp0, Wanita Ini Bisa Sukses Jadi Pengusaha, Ini Ceritanya )
Menurut dia, saat awal memulainya pada tahun 2012 dengan modal keyakinan dan skill yang sudah dimiliki dibukalah studio kecantikan. Saat awal membukanya cukup menguras effort yang luar biasa. Sedikit yang datang, namun tetap harus menggaji karyawan. (Baca juga: Perkuat Peran Perempuan dalam Perekonomian Keluarga Saat Pandemi Covid-19 )
“Sebagai pengusaha yang tetap harus menjaga kestabilan perusahaan, dan mempertahankan karyawan yang ada, suami saya sampai menjual handphone untuk menggaji karyawan,” cerita dia.
Namun seiring berjalannya waktu, usaha berjalan membaik, klien datang satu per satu. Happymee, adalah nama yang membawa keberuntungan. Klien merasa puas dan happy dengan hasil yang didapatkan. Tidak sedikit klien Happymee yang berlangganan hingga bertahun-tahun.
Lihat Juga :