Ibunda Co Pilot Fadly Satrianto Berikan Sampel DNA ke DVI Polda Jatim
Minggu, 10 Januari 2021 - 16:44 WIB
loading...
Ibunda Co Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Fadly Satrianto pada Minggu (10/1/2021) datang ke Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, untuk memberikan sampel DNA ke Tim Disaster Victim Identification (DVI). Foto tangkapan layar
A
A
A
SURABAYA - Ibunda Co Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Fadly Satrianto pada Minggu (10/1/2021) datang ke Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, untuk memberikan sampel DNA ke Tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Benar, saat ini masih di DVI Polda Jatim untuk pengambilan DNA ibu dari almarhum Fadly yang merupakan kru Sriwijaya asal Surabaya. Pengambilan sampel DNA ini sangat penting dalam proses pencarian penumpang maupun kru pesawat. Jika ditemukan, maka langsung dicocokkan dengan sampel yang tersedia," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Baca juga: Pencarian Sriwijaya Air, KN Basudewa Basarnas Bawa Tim Penyelam dan Logistik)
Fadly merupakan alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2011. Fadly dikenal aktif berorganisasi selama menjadi mahasiswa. Dia pernah ikut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2013-2014. Dia menempuh masa kuliah selama 3,5 tahun pada program studi Ilmu Hukum. "Sampel DNA Ibunda Fadly nanti akan dibawa ke Laboratorium DVI Dokkes Polri di Jakarta," kata Gatot.
Sebelumnya, Fadly Satrianto ikut dalam penerbangan pesawat Sriwijaya Air bernomor SJ-182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB setelah empat menit terbang meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat hilang kontak saat melakukan penerbangan dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki. (Baca juga: Kunjungi Rumah Duka Pilot Sriwijaya Air, Bupati Bogor: Ini Tetangga Saya, Saya Doakan yang Terbaik)
Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
"Benar, saat ini masih di DVI Polda Jatim untuk pengambilan DNA ibu dari almarhum Fadly yang merupakan kru Sriwijaya asal Surabaya. Pengambilan sampel DNA ini sangat penting dalam proses pencarian penumpang maupun kru pesawat. Jika ditemukan, maka langsung dicocokkan dengan sampel yang tersedia," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Baca juga: Pencarian Sriwijaya Air, KN Basudewa Basarnas Bawa Tim Penyelam dan Logistik)
Fadly merupakan alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2011. Fadly dikenal aktif berorganisasi selama menjadi mahasiswa. Dia pernah ikut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2013-2014. Dia menempuh masa kuliah selama 3,5 tahun pada program studi Ilmu Hukum. "Sampel DNA Ibunda Fadly nanti akan dibawa ke Laboratorium DVI Dokkes Polri di Jakarta," kata Gatot.
Sebelumnya, Fadly Satrianto ikut dalam penerbangan pesawat Sriwijaya Air bernomor SJ-182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB setelah empat menit terbang meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat hilang kontak saat melakukan penerbangan dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki. (Baca juga: Kunjungi Rumah Duka Pilot Sriwijaya Air, Bupati Bogor: Ini Tetangga Saya, Saya Doakan yang Terbaik)
Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
(don)
Lihat Juga :