Bupati Jayapura Mathius Awoitauw Luncurkan Buku ‘Kembali ke Kampung Adat’

Rabu, 06 Januari 2021 - 13:23 WIB
loading...
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw Luncurkan Buku ‘Kembali ke Kampung Adat’
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw meluncurkan buku berjudul ‘Kembali ke Kampung Adat: Meniti Jalan Perubahan di Tanah Papua, di Sentani, Jayapura, Selasa (5/1/2021).
A A A
SENTANI - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw meluncurkan buku berjudul ‘Kembali ke Kampung Adat: Meniti Jalan Perubahan di Tanah Papua', di Sentani, Jayapura, Selasa (5/1/2021).

Buku berketebalan 180 halaman tersebut ditulis oleh Bupati Mathius dan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

Bupati Manthius menegaskan, awal mula muncul gagasan menulis buku ini tidak terlepas dari pengalamannya selama saya sekitar 27 tahun di dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan memimpin Kabupaten Jayapura pada periode pertama dan saat ini masuk periode yang kedua.

“Tampaknya ada benang merah, ketika akhirnya saya merefleksikan secara sangat mendalam praktek pembangunan yang ada di tanah Papua selama puluhan tahun bukan saja pembangunan dalam arti tata Kelola pemerintahan dan masyarakat, tetapi terutama pembangunan manusia Papua. Dengan kata lain ada yang 'hilang’ dari seluruh perjalanan orang Papua selama bertahun-tahun, dan saya temukan itu di dalam ‘tercerabutnya anak-anak Papua dari akar budayanya. Sehingga bicara tentang kampung adat sebenarnya adalah bicara tentang bagaimana mengembalikan sesuatu yang hilang dari orang-orang Papua,” kata Mathius dalam kesempatan peluncuran buku tersebut.

Menurut mantan aktivis itu, gagasan kembali ke Kampung Adat merupakan bentuk Restorasi Pembangunan di Papua. Bagi Mathius, praktek dan pola pembangunan yang ada di Papua selama ini makin membuat anak-anak Papua ‘terasing’ dari akar budayanya sendiri.

Artinya, kata dia, ada pola pembangunan selama ini yang cukup sistematis yang menyebabkan anak-anak Papua ‘menjadi terasing’ dari budayanya sendiri. “Sementara dalam banyak pengalaman saya, kebetulan saya adalah juga anak Kepala Suku, sedikit banyak mengerti bagaimana akar budaya orang Papua justru menjadi sumber nilai dalam seluruh tatanan kehidupannya, dan jika itu dipraktekan secara konsisten justru mampu menjawab seluruh tantangan kehidupan orang Papua pada zaman modern saat ini,” tegas Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua tersebut.

Dalam pengalaman Mathius, sejak awal dia merintis Program Kampung Adat di Kabupaten Jayapura, sambutan masyarakat luar biasa. "Gagasan kembali ke Kampung Adat seakan menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat selama ini yang tidak diberi tempat dalam pembangunan. Sekaligus gagasan Kembali ke Kampung Adat merupakan tawaran pembangunan yang relevan dengan situasi Papua saat ini," papar Mathius.

Dia menegaskan dalam buku ini bahwa bahwa praktek pembangunan di Papua selama ini sebenarnya adalah praktek ‘Penaklukan atas alam dan atas orang-orang Papua.

”Sementara dalam kaca mata masyarakat adat Papua, alam dan manusia adalah satu kesatuan yang utuh tak terpisahkan. Dalam budayanya, manusia Papua hidup menyatu dengan alam dan mereka bertugas menjaga alamnya. Itulah juga faktanya, dalam kearifan adat Papua, adalah tugas seorang Ondoafi atau Ondofolo untuk memastikan alam yang memberi dia hidup tetap terjaga dan terawat dengan baik,” jelas Mathius.

Dalam kaca mata masyarakat adat, kata Mathius, kehidupan sosial, politik, dan ekonomi akan tetap berkelanjutan jika seluruh masyarakat merawat alam dan lingkungannya. "Dengan kata lain gagasan tentang kesatuan manusia dengan alam lingkungannya sangat relevan dengan masalah ekologi, termasuk di Papua. Gagasan ini menyadarkan manusia untuk menaruh hormat pada alam lingkungan dan melestarikannya," tukas Mathius.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1790 seconds (10.177#12.26)