Sabu 201 Kg di Petamburan Diduga untuk Biayai Jaringan Teroris

Rabu, 23 Desember 2020 - 16:58 WIB
loading...
Sabu 201 Kg di Petamburan...
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti 201 kg sabu di Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020). Ratusan kilogram sabu itu diamankan dari Petamburan, Jakarta Pusat. Foto: SINDOnews/Helmi Syarif
A A A
JAKARTA - Jaringan narkoba Timur Tengah yang berhasil diungkap Polda Metro Jaya pada Selasa (22/12/2020) malam diduga untuk membiayai jaringan teroris . Narkoba seberat 201 kilogram tersebut dipasok langsung dari Timur Tengah untuk diedarkan di Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari hasil penyelidikan ditemukan hal yang mencengangkan yaitu jaringan narkoba tersebut ternyata berafiliasi dengan teroris di Timur Tengah. (Baca juga: 200 Kg Sabu yang Disita di Petamburan Dikendalikan dari Luar Negeri melalui Telepon)

“Indikasinya ini jaringan internasional yang digunakan untuk pembaiatan terorisme yang ada di sana. Saya tegaskan lagi apa ada dugaan di sini dengan jaringan terorisme yang ada di Indonesia? Kami masih dalami dan kembangkan,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).

Dari pemeriksaan ditemukan indikasi ke arah sana karena ini diduga ada pasokan dana hasil penjualan dari sabu tersebut yang dikirim untuk pembiayaan jaringan teroris Timur Tengah. Hal ini didapat dari kode yang tertera dalam barang haram tersebut yaitu 555 yang menjadi kode teroris.

Kode ini sama dengan yang diungkap Januari lalu di Serpong di mana petugas berhasil mengamankan 288 kg dan 800 kg sabu di Serang, Banten.

“Kodenya sama yaitu 555. Kalau masih ingat pada saat ditangkap di Tangerang itu tetap pakai kode 555 yang ini barangnya dari Timteng. Jadi ini masuknya dari Timteng dan koordinasi dari sana ada dugaan ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di sana,” jelasnya. (Baca juga: Polisi Sebut Jika Dirupiahkan 200 Kilogram Sabu di Petamburan Senilai Rp156 Miliar)

Dari kasus penyelundupan ini, polisi menangkap 10 orang. Mereka punya peranan masing-masing yaitu TJ, AP, ZAB, BT, RW, WY, MD, MI, FA dan AH. Sedangkan jaringannya masih terus didalami baik yang di luar negeri maupun dalam negeri. “Kami masih lakukan penyelidikan dan kami juga tetap telusuri jaringan yang ada di Indonesia,” kata Yusri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Rekomendasi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved