Bencana Tanah Bergerak, 18 Rumah di Garut Rusak Parah
Senin, 21 Desember 2020 - 22:32 WIB
loading...
Bencana tanah bergerak terjadi di Cikelet, Garut, Jabar yang menyebabkan sebanyak 18 rumah rusak parah. Tanah bergerak terjadi sejak Jumat, 17 Desember 2020. Foto/Antara/HO/BPBD Garut
A
A
A
GARUT - Bencana tanah bergerak terjadi di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang menyebabkan sebanyak 18 rumah rusak parah. Tanah bergerak terjadi sejak Jumat, 18 Desember 2020.
(Bacajuga: Keterbatasan Ruang Isolasi, Pasien Positif COVID-19 di Cimahi Terpaksa Isolasi Mandiri)
Seluruh warga yang rumahnya rusak terpaksa harus mengungsi ke tempat aman untuk menghindari bahaya. "Berdasarkan laporan 18 rumah rusak berat," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Senin (21/12/2020).
(Baca juga: Geger, Mayat dengan Leher Terikat Tali Rafia Ditemukan di Sungai Gladak Serang)
Dia menuturkan, bencana pergerakan tanah yang melanda permukiman warga di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet menyebabkan banyak rumah warga rusak seperti retak-retak pada bagian dinding rumah.
Menurut dia, kondisi tanah di daerah itu labil. Sehingga warga yang tinggal di sana harus dievakuasi ke tempat aman dari bahaya bencana pergerakan tanah. "Kondisi tanah tidak memungkinkan, makanya harus ada relokasi, dan itu perlu dipersiapkan," katanya.
Helmi menyatakan, Pemkab Garut siap merelokasi rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah itu ke tempat yang daerahnya dipastikan tidak berada di kawasan rawan bencana.
Sambil menunggu proses relokasi, kata Helmi, warga yang rumahnya rusak diminta mengungsi dahulu dan pemerintah menyiapkan bantuan darurat untuk kebutuhan pengungsi. "Daruratnya sudah ditangani," katanya.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, pergerakan tanah terjadi di Kampung Ranca Putat, Ciawi, Cilame, Mareme, dan Kampung Cikaroe, Desa Ciroyom.
Tercatat 18 rumah rusak berat yang ditempati 82 jiwa dan puluhan rumah terancam rusak. Sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi di gedung olahraga desa setempat.
(Bacajuga: Keterbatasan Ruang Isolasi, Pasien Positif COVID-19 di Cimahi Terpaksa Isolasi Mandiri)
Seluruh warga yang rumahnya rusak terpaksa harus mengungsi ke tempat aman untuk menghindari bahaya. "Berdasarkan laporan 18 rumah rusak berat," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Senin (21/12/2020).
(Baca juga: Geger, Mayat dengan Leher Terikat Tali Rafia Ditemukan di Sungai Gladak Serang)
Dia menuturkan, bencana pergerakan tanah yang melanda permukiman warga di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet menyebabkan banyak rumah warga rusak seperti retak-retak pada bagian dinding rumah.
Menurut dia, kondisi tanah di daerah itu labil. Sehingga warga yang tinggal di sana harus dievakuasi ke tempat aman dari bahaya bencana pergerakan tanah. "Kondisi tanah tidak memungkinkan, makanya harus ada relokasi, dan itu perlu dipersiapkan," katanya.
Helmi menyatakan, Pemkab Garut siap merelokasi rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah itu ke tempat yang daerahnya dipastikan tidak berada di kawasan rawan bencana.
Sambil menunggu proses relokasi, kata Helmi, warga yang rumahnya rusak diminta mengungsi dahulu dan pemerintah menyiapkan bantuan darurat untuk kebutuhan pengungsi. "Daruratnya sudah ditangani," katanya.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, pergerakan tanah terjadi di Kampung Ranca Putat, Ciawi, Cilame, Mareme, dan Kampung Cikaroe, Desa Ciroyom.
Tercatat 18 rumah rusak berat yang ditempati 82 jiwa dan puluhan rumah terancam rusak. Sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi di gedung olahraga desa setempat.
(shf)
Lihat Juga :