Aliansi Kebangsaan-AIPI-HIPMI Gelar FGD Pariwisata Saat Pandemi

Sabtu, 19 Desember 2020 - 00:45 WIB
loading...
Aliansi Kebangsaan-AIPI-HIPMI...
Mayjen TNI (Purn) I Dewa Putu Rai. Foto/Ist
A A A
BOGOR - Aliansi Kebangsaan dan Forum Rektor Indonesia (FRI) bekerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kembali menyelenggarakan Webinar Rangkaian Focus Group Discussion (FGD). Topik yang dibahas dalam FGD Jumat (18/12/2020) kali ini adalah “Penguasaan dan Pengembangan Teknologi di Sektor Pariwisata ”.

Persoalan yang kerap mengemuka di tengah pandemi COVID-19 menyusul pemberlakuan new normal baru. Sejauhmana teknologi di sektor pariwisata mampu meminimalisir penyebaran COVID-19. (Baca juga: Aliansi Kebangsaan Gelar FGD Bahas Pengembangan Teknologi Sektor Kelautan )

Diskusi ini menghadirkan narasumber Pakar AIPI Dr Ir Myra P Gunawan MT, Pengurus BPP HIPMI Rano Wiharta, Ketua PD FSP Par – Pelaku Pariwisata Bali Putu Satyawira M, dan Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana Ir Agung Suryawan Wiranatha MSc PhD. (Baca juga: Banyak yang Mau Liburan, Luhut: Jika Terlalu Dibuka Nanti Tak Ada Disiplin )

Sebelum diskusi yang dimoderatori Mayjen TNI (Purn) I Dewa Putu Rai (Pengurus Aliansi Kebangsaan) dimulai, Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Arif Satria, Ketua Umum AIPI Prof Satryo Soemantri Brojonegoro, dan Ketua BPP HIPMI Mardani H Maming memberikan kata pengantarnya.

Dalam pengantarnya, Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo mengatakan, sejak pandemi COVID-19 mewabah sektor pariwisata mengalami pukulan telak. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasarkan data BPS pada Agustus 2020, kunjungan wisatawan hanya 162.000 kunjungan.

Jumlah itu jelas menurun drastis hingga 89,2% dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus tahun lalu yang mencapai lebih dari 1,52 juta kunjungan. Akibatnya, Indonesia kehilangan pemasukan devisa sekitar USD14 miliar sampai USD15 miliar.

“Bali yang menjadi destinasi pilihan saat ini membatasi jumlah kunjungan dan kegiatan pariwisata sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. Bali sendiri mengalami kerugian hingga lebih dari Rp8 triliun setiap bulannya. Kondisi ini akhirnya berimbas pada sektor-sektor pendukung pariwisata seperti penerbang, perhotelan, makanan, yang khususnya dimiliki sektor UMKM,” kata dia.

Meski demikian, Pontjo menyakini sebagaimana keyakinan banyak pihak bahwa sektor pariwisata akan mengalami kebangkitan. Karenanya, industri pariwisata harus siap beradaptasi dan berbenah. Pembukaan destinasi wisata harus memenuhi aturan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Kebersihan, kesehatan, dan keselamatan menjadi yang utama.

Menurut dia, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pariwisata Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan. Indonesia jangan hanya jadi penonton dan konsumen teknologi, harus terus mengejar ketertinggalan teknologi hingga akhirnya mandiri.

Sementara itu, pakar AIPI yang juga dosen ITB Satryo Dr Ir Myra P Gunawan MT menyampaikan, harapan tinggi terhadap pariwisata Indonesia belum didukung dengan perencanaan yang matang. Hal ini menyebabkan pembangunan pariwisata Indonesia terhambat oleh banyaknya pembangunan sektoral dan tumpang tindih antara sektor-sektor disiplin ilmu.

"Di sisi lain, perkembangan industri pariwisata di Indonesia belum mengalami pemerataan sehingga menimbulkan kesenjangan pada sejumlah daerah terutama di timur Indonesia," kata dia.

Masalahnya industri pariwisata sering disalahartikan semata-mata sebagai industri sumber daya alam, padahal industri ini menyangkut pengetahuan, sumber daya intelektual yang memiliki visi ke depan serta kemampuan menelaah permasalahan dan potensi dari dalam

Menurut Myra, untuk meningkatkan potensi industri pariwisata, pihak-pihak terkait harus berpegang pada empat pilar pembangunan pariwisata, yakni pembangunan destinasi, pengembangan pemasaran, pengembangan institusi atau kelembagaan serta pengembangan sumber daya intelektual.

Dia menjelaskan, penguasaan teknologi kepariwisataan dapat meningkatkan kesejahteraan sebagaimana tertuang dalam tujuan pembangunan kepariwisataan yang selaras dengan UU No. 10 tahun 2009.

"Ada tujuan sosial politik yang ingin dicapai dalam pembangunan kepariwisataan seperti cinta tanai air, persatuan, kesatuan, jati diri, dan memperat hubungan antarbangsa," pungkas dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Pererat Hubungan Ekonomi,...
Pererat Hubungan Ekonomi, Pengusaha Muda Jakarta Utara Sambut Delegasi Malaysia
Kemenpar: Program Mudik...
Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata
Berorientasi Global,...
Berorientasi Global, IPTI Perkuat Pendidikan Pariwisata
Prabowo Tegur Gubernur...
Prabowo Tegur Gubernur Bali Soal Sampah: Pariwisata Tak akan Bertahan jika Lingkungan Kotor
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Rekomendasi
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved