Dishub DKI Beberkan 4 Prioritas Penanganan Transportasi Ibu Kota
Kamis, 17 Desember 2020 - 17:39 WIB
loading...
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI menyatakan ada empat prioritas penanganan transportasi di Jakarta. Empat prioritas ini dilakukan setelah terjadi perubahan orientasi transportasi, dari orientasi kendaraan pribadi atau Car Oriented Development (COD) menjadi Transit Oriented Development (TOD).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, berdasarkan arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terjadi perubahan orientasi trasnportasi dari COD menjadi TOD sejak 2018 lalu. Sejak dua hatun lalu, Gubernur DKI Jakarta memprioritaskan angkutan jalan rel sebagai backbone.
"Nah begitu kita mengembangkan TOD maka di sana ada perubahan paradigma penanganan transportasi Jakarta," kata Syafrin dalam JDCN Forum 2020, Kamis (17/12/2020). Menurut dia, dari perubahan itu o Gubernur Anies pun memprioritaskan penanganan transportasi menjadi empat.
"Empat prioritasi itu antara lain; pejalan kaki, kendaraan listrik, angkutan umum dan penanganan kendaraan pribadi," ujarnya. (Baca: JDCN Forum 2020, Anies Baswedan: Kolaborasi Kunci Utama Pembangunan Jakarta)
Syafrin menjeskan, jika dulu moda jalan kaki dianggap bukan moda transportasi di Jakarta bahkan di Indonesia, maka Gubernur DKI memasukan unsur ini menjadi unsur utama, didasari manusia sejak lahir dikaruniai kaki, dan kaki ini moda transportasi paling efektif dan efisien dan ekonomis serta sustain.
Kedua, prioritas tentang penyediaan non-motorized transport ada sepeda dan kendaraan ramah lingkungan atau kendaraan listrik. Prioritas ketiga adalah layanan angkutan umum dan layanan infrastruktur yang sudah dibangun demikian masif.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, berdasarkan arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terjadi perubahan orientasi trasnportasi dari COD menjadi TOD sejak 2018 lalu. Sejak dua hatun lalu, Gubernur DKI Jakarta memprioritaskan angkutan jalan rel sebagai backbone.
"Nah begitu kita mengembangkan TOD maka di sana ada perubahan paradigma penanganan transportasi Jakarta," kata Syafrin dalam JDCN Forum 2020, Kamis (17/12/2020). Menurut dia, dari perubahan itu o Gubernur Anies pun memprioritaskan penanganan transportasi menjadi empat.
"Empat prioritasi itu antara lain; pejalan kaki, kendaraan listrik, angkutan umum dan penanganan kendaraan pribadi," ujarnya. (Baca: JDCN Forum 2020, Anies Baswedan: Kolaborasi Kunci Utama Pembangunan Jakarta)
Syafrin menjeskan, jika dulu moda jalan kaki dianggap bukan moda transportasi di Jakarta bahkan di Indonesia, maka Gubernur DKI memasukan unsur ini menjadi unsur utama, didasari manusia sejak lahir dikaruniai kaki, dan kaki ini moda transportasi paling efektif dan efisien dan ekonomis serta sustain.
Kedua, prioritas tentang penyediaan non-motorized transport ada sepeda dan kendaraan ramah lingkungan atau kendaraan listrik. Prioritas ketiga adalah layanan angkutan umum dan layanan infrastruktur yang sudah dibangun demikian masif.
Lihat Juga :