Hari Perkebunan Nasional, Arum Sabil Minta Pemerintah Lirik Bio Energi Perkebunan
Sabtu, 12 Desember 2020 - 05:45 WIB
loading...
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengingatkan kembali potensi ancaman krisis energi dan pangan 30 tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional 10 Desember 2020.
Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah populasi penduduk bumi menembus 10 miliar. Tahun ini saja jumlah manusia berada di angka sekitar 7 miliar jiwa.
Sementara luas permukaan bumi kurang lebih sekitar 510.072.000 kilo meter (km) persegi. Dengan luas daratan sekitar 148.940.000 kmpersegi atau setara 29,2% dari total luas permukaan bumi. Sedangkan luas perairan sekitar 361.132.000 km persegi atau sekitar 70,8% dari total luas permukaan bumi.
(Baca juga: Bertepatan Hari Perkebunan Nasional, Jateng Ekspor 30 Ton Porang ke Vietnam )
Menurut Arum Sabil, jika populasi umat manusia ini terus tumbuh dan berkembang, sementara luas daratan yang ada hanya 30% dari total luas permukaan bumi, maka yang muncul adalah persoalan pangan dan energi. "Tentu ini akan menjadi persoalan serius di masa yang akan datang," kata, Jumat (10/12/2020).
Oleh karena itu, tegas pria yang akrab disapa Abah Arum ini, tidak ada cara lain. Lahan yang ada saat ini harus benar-benar dimaksimalkan. Manusia tidak bisa terus mengandalkan kebutuhan energi untuk tenaga listrik maupun bahan bakar dari cadangan minyak bumi. Solusinya adalah energi terbarukan.
"Mulai saat ini tidak ada waktu lagi. Maka menyiapkan diri menggunakan energi terbarukan. Yaitu energi terbarukan yang kita hasilkan dari hasil pertanian dan perkebunan," imbuhnya.
Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah populasi penduduk bumi menembus 10 miliar. Tahun ini saja jumlah manusia berada di angka sekitar 7 miliar jiwa.
Sementara luas permukaan bumi kurang lebih sekitar 510.072.000 kilo meter (km) persegi. Dengan luas daratan sekitar 148.940.000 kmpersegi atau setara 29,2% dari total luas permukaan bumi. Sedangkan luas perairan sekitar 361.132.000 km persegi atau sekitar 70,8% dari total luas permukaan bumi.
(Baca juga: Bertepatan Hari Perkebunan Nasional, Jateng Ekspor 30 Ton Porang ke Vietnam )
Menurut Arum Sabil, jika populasi umat manusia ini terus tumbuh dan berkembang, sementara luas daratan yang ada hanya 30% dari total luas permukaan bumi, maka yang muncul adalah persoalan pangan dan energi. "Tentu ini akan menjadi persoalan serius di masa yang akan datang," kata, Jumat (10/12/2020).
Oleh karena itu, tegas pria yang akrab disapa Abah Arum ini, tidak ada cara lain. Lahan yang ada saat ini harus benar-benar dimaksimalkan. Manusia tidak bisa terus mengandalkan kebutuhan energi untuk tenaga listrik maupun bahan bakar dari cadangan minyak bumi. Solusinya adalah energi terbarukan.
"Mulai saat ini tidak ada waktu lagi. Maka menyiapkan diri menggunakan energi terbarukan. Yaitu energi terbarukan yang kita hasilkan dari hasil pertanian dan perkebunan," imbuhnya.
Lihat Juga :