Gebrakan Ekspor ke Jepang Berhasil, Nelayan Minta Gubernur Olly Tambah Penerbangan

Senin, 07 Desember 2020 - 18:03 WIB
loading...
Gebrakan Ekspor ke Jepang...
Hari pertama Gubernur Sulut Olly Dondokambey berkantor usai cuti kampanye Pilkada Sulut langsung menerima perwakilan Ikatan Pengusaha Perikanan (IPP) Sulut. Foto/Ist
A A A
MANADO - Hari pertama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey berkantor usai melakukan cuti kampanye Pilkada Sulut langsung menerima perwakilan nelayan dan eksportir ikan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Perikanan (IPP) Sulut, Senin (7/12/2020).

(Baca juga: Penerbangan Cargo Manado-Tokyo, Terobosan Gubernur Olly saat Pandemi)

Para nelayan tangkap dan eskportir diwakili oleh Asis Bugis, Jisto Fanah, Budi Wahono, Merlyn Sompie, Kitty Kristanti, Wening, Mutriara Barauntu. Mereka didampingi oleh Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) M Hatta Arisandi, serta GM Garuda Sulut, Macfee Kindangen yang diterima Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekprov Edwin Silangen di Kantor Gubernur Sulut, Manado.

(Baca juga: Sejarah Baru, Ekspor Hasil Perikanan dari Manado Langsung ke Jepang)

Gebrakan Ekspor ke Jepang Berhasil, Nelayan Minta Gubernur Olly Tambah Penerbangan

Kedatangan mereka untuk menyampaikan terima kasih kapada Gubernur Olly Dondokambey yang telah membantu proses direct call cargo ke Narita yang sudah berjalan hingga yang ke-11 kali.

Ketua IPP, Budi Wahono menyampaikan langsung rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulut sehingga ekspor ikan dan komoditas lainnya kini bergairah kendati di masa pandemi COVID-19. “Kami baik nelayan dan eksportir serta pihak maskapai mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur karena dengan adanya direct call flight ini roda ekonomi mulai bergerak pasca pandemi. Harga ikan tuna di tingkat nelayan pun naik tajam,” ujar Budi.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Olly langsung meminta agar menyampaikan apa saja kendala di lapangan yang butuh dukungan pemerintah. "Kasih tau samua apa saja kendala dan apa yang harus pemerintah buat agar ekspor makin baik ke depan,” kata Gubernur.

Budi Wahono pun merespons bahwa ada beberapa kendala teknis di lapangan. "Kendala kami selama ini adalah yang pertama handling ikan di tingkat nelayan agar kiranya ada pelatihan dan pendampingan dari dinas terkait. Serta membantu agar tersedia es balok yang cukup," katanya.

"Yang kedua kami meminta di bandara agar dibangun fasilitas cold storage atau chilling room. Yang ketiga agar kiranya ada penambahan penerbangan menjadi dua kali dalam seminggu,” ujar Budi Wahono.

Sementara itu, Kepala BKIPM, M Hatta Arisandi menjelaskan, volume selama ini sudah mencapai hingga hampir Rp20 miliar, dan ini cukup membantu nelayan tangkap.

Sementara, para eksportir berharap agar direct call bisa ditingkatkan lagi dengan penambahan jadwal pengiriman menjadi dua kali pengiriman dalam setiap minggu. “Dengan adanya pasokan rutin dari nelayan, maka kita bisa melakukan dua kali pengiriman dalam 1 minggu agar nilai ekonomis tuna di nelayan tetap stabil sehingga ini sangat membantu perekonomian nelayan dan eksportir,” kata Hatta Arisandi.

Mendengarkan masukan dari para nelayan dan eksportir, Gubernur Olly langsung meminta agar nelayan melalui asosiasi memasukan daftar kendala dan masalah secara tertulis dan akan langsung ditindaklanjuti secara cepat.

“Bagi kami semua masalah yang sifatnya teknis tidak ada masalah, nanti agar lebih sistematis nanti dimasukan dalam bentuk daftar masalah dan kendala agar segara pemerintah mengambil langkah yang cepat. Jadi prinsipnya, seperti sejak awal komitmen saya jelas, agar nelayan, eksportir dan kita semua bisa begerak, semua bisa jalan agar roda perekonomian bergerak sehingga semua merasakan dampak untuk kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara,” tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Gempa M5,8 Guncang Bitung...
Gempa M5,8 Guncang Bitung Sulawesi Utara Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Cuaca Buruk di Bandara...
Cuaca Buruk di Bandara Soekarno-Hatta, Petugas Respons Cepat
12 Penerbangan di Bandara...
12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan Imbas Cuaca Buruk
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan BNPB Langsung Terjun ke Lokasi Terdampak Gempa di Sulut dan Malut
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Berita Terkini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Infografis
Jenderal Uni Eropa Minta...
Jenderal Uni Eropa Minta Tentara Dikerahkan ke Greenland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved