Bersihkan Material Longsor, Operator Alat Berat PLTA Batangtoru Jatuh ke Jurang
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:09 WIB
loading...
Tim gabungan menurunkan personel menggunakan tali tambang untuk mengevakuasi operator alat berat PLTA Batangtoru, Tapsel yang masuk jurang. (Foto: SINDONews/Ist)
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Seorang operator alat berat PLTA Batangtoru , di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, jatuh ke jurang sedalam 200 meter, Jumat kemarin. BACA JUGA: Artis Iyut Bing Slamet Terjerat Kasus Narkoba
Hingga kini, tim pencarian PLTA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel masih melakukan pencarian operator alat berat Afwan Ritonga (38) hingga ke dasar jurang.
Informasi diperoleh, musibah kecelakaan ini terjadi sekira pukul 15.32 WIB. Sebelumnya Afwan Ritonga mengoperasikan alat berat escavator membersihkan material longsor yang menutupi parit dan badan jalan di titik R26,yang disebabkan hujan semalaman. BACA JUGA: OTT Pejabat Kemensos, KPK Amankan Uang Sekardus
Ketika membersihkan parit, hujan kembali turun dengan intensitas cukup tinggi. Pada saat itulah, kembali terjadi longsor susulan yang mengakibatkan escavator yang dikendalikan Afwan Rintonga terdorong hingga terjatuh ke dalam jurang, tepatnya di sungai Batangtoru.
Sore itu juga tim PLTA Batangtoru dan BPBD Tapsel melakukan pencarian dengan menurunkan sejumpah personel menggunakan tali ke dalam jurang. Namun karena kondisi cuaca tak memungkinkan serta hujan yang deras, maka pencarian dilanjutkan Sabtu (5/12/2020).
Kapolres Tapsel AKBP Roman Smardhana Elhaj mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan kembali melanjutkan pencarian operator escavator PLTA Batangtoru. "Pencarian hari ini dilanjutkan dengan menurunkan tim ke dasar jurang," katanya. BACA JUGA: Sungai Belawan Meluap, Jembatang Gantung Ringsek Dihantam Bongkahan Kayu
Sementara itu di tempat terpisah Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Firman Taufick mengatakan pihak perusahaan akan bertanggungjawab atas kecelakaan yang dialami operator alat berat perusahaannya.
"Kami menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban dan berharap dapat bersabar menunggu hasil pencarian pihak BPBD serta relawan pencari yang saat ini bekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.
Pihaknya, sambung Firman akan terus berkoordinasi dengan tim pencari dari BPBD dan selalu memonitor upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang dilakukan dan akan memberikan informasi jika ada perkembangan di lapangan. BACA JUGA: 24 Daerah Pilkada Masuk Zona Merah COVID-19
Hingga kini, tim pencarian PLTA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel masih melakukan pencarian operator alat berat Afwan Ritonga (38) hingga ke dasar jurang.
Informasi diperoleh, musibah kecelakaan ini terjadi sekira pukul 15.32 WIB. Sebelumnya Afwan Ritonga mengoperasikan alat berat escavator membersihkan material longsor yang menutupi parit dan badan jalan di titik R26,yang disebabkan hujan semalaman. BACA JUGA: OTT Pejabat Kemensos, KPK Amankan Uang Sekardus
Ketika membersihkan parit, hujan kembali turun dengan intensitas cukup tinggi. Pada saat itulah, kembali terjadi longsor susulan yang mengakibatkan escavator yang dikendalikan Afwan Rintonga terdorong hingga terjatuh ke dalam jurang, tepatnya di sungai Batangtoru.
Sore itu juga tim PLTA Batangtoru dan BPBD Tapsel melakukan pencarian dengan menurunkan sejumpah personel menggunakan tali ke dalam jurang. Namun karena kondisi cuaca tak memungkinkan serta hujan yang deras, maka pencarian dilanjutkan Sabtu (5/12/2020).
Kapolres Tapsel AKBP Roman Smardhana Elhaj mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan kembali melanjutkan pencarian operator escavator PLTA Batangtoru. "Pencarian hari ini dilanjutkan dengan menurunkan tim ke dasar jurang," katanya. BACA JUGA: Sungai Belawan Meluap, Jembatang Gantung Ringsek Dihantam Bongkahan Kayu
Sementara itu di tempat terpisah Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Firman Taufick mengatakan pihak perusahaan akan bertanggungjawab atas kecelakaan yang dialami operator alat berat perusahaannya.
"Kami menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban dan berharap dapat bersabar menunggu hasil pencarian pihak BPBD serta relawan pencari yang saat ini bekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.
Pihaknya, sambung Firman akan terus berkoordinasi dengan tim pencari dari BPBD dan selalu memonitor upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang dilakukan dan akan memberikan informasi jika ada perkembangan di lapangan. BACA JUGA: 24 Daerah Pilkada Masuk Zona Merah COVID-19
(zai)
Lihat Juga :