Kolaborasi Sekolah Samaria dan Heka Leka Atasi Kesenjangan Pendidikan Anak
Jum'at, 04 Desember 2020 - 12:03 WIB
loading...
Program Skola Pela mendapat dukungan dari Kemendikbud melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril yang menerima perwakilan Sekolah Samaria dan Heka Leka di Jakarta, Rabu (2/12/2020). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Data statistik Kemendikbud tahun 2019 menyebutkan jumlah lulusan SD di Indonesia yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP mencapai 730.000 anak.
Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan tren yang terus meningkat setiap tahunnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya kapasitas tenaga pengajar yang masih sangat terbatas.
Memasuki masa pelayanan ke-50 tahun pada Januari 2021, Yayasan Pendidikan POUK Tomang, Sekolah Samaria terpanggil untuk menjawab kesenjangan pendidikan anak Indonesia sejalan dengan program Wajib Belajar pemerintah. (Baca juga: Kemendikbud Kampanyekan 3M melalui 77 Bahasa Daerah)
Bekerjasama dengan Yayasan Heka Leka di Maluku, kedua institusi ini membentuk program bernama Skola Pela. Sebuah platform kolaborasi antarsekolah yang melibatkan partisipasi guru untuk dapat saling berbagi, bersama-sama meningkatkan kualitas dan kapasitas pengajaran terhadap murid.
Program Skola Pela mendapat sambutan hangat dari Yayasan DR.J.B. Sitanala yang menaungi SMPK Saparua di Maluku. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya program Skola Pela. Ini adalah jawaban dari pergumulan besar kami dalam usaha meningkatkan mutu pengajaran murid di provinsi ini,” ujar Pdt. Mesakh Tomasoa, S.Th selaku kepala cabang Yayasan YPPK Dr.J.B. Sitanala melalui siaran persnya, belum lama ini.
Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan tren yang terus meningkat setiap tahunnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya kapasitas tenaga pengajar yang masih sangat terbatas.
Memasuki masa pelayanan ke-50 tahun pada Januari 2021, Yayasan Pendidikan POUK Tomang, Sekolah Samaria terpanggil untuk menjawab kesenjangan pendidikan anak Indonesia sejalan dengan program Wajib Belajar pemerintah. (Baca juga: Kemendikbud Kampanyekan 3M melalui 77 Bahasa Daerah)
Bekerjasama dengan Yayasan Heka Leka di Maluku, kedua institusi ini membentuk program bernama Skola Pela. Sebuah platform kolaborasi antarsekolah yang melibatkan partisipasi guru untuk dapat saling berbagi, bersama-sama meningkatkan kualitas dan kapasitas pengajaran terhadap murid.
Program Skola Pela mendapat sambutan hangat dari Yayasan DR.J.B. Sitanala yang menaungi SMPK Saparua di Maluku. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya program Skola Pela. Ini adalah jawaban dari pergumulan besar kami dalam usaha meningkatkan mutu pengajaran murid di provinsi ini,” ujar Pdt. Mesakh Tomasoa, S.Th selaku kepala cabang Yayasan YPPK Dr.J.B. Sitanala melalui siaran persnya, belum lama ini.
Lihat Juga :