Strategi Bank Indonesia Pulihkan Ekonomi Jawa Timur, Apa Saja?

Kamis, 03 Desember 2020 - 22:15 WIB
loading...
Strategi Bank Indonesia...
Kepala KPBI Jatim, Difi Ahmad Johansyah saat memberi paparan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020.
A A A
SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 dengan tema "Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, Kamis (3/12/2020) di Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPBI Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengaku optimistis, sinergi kebijakan antara Pemprov dan sejumlah lembaga terkait di Jatim akan mampu mempercepat pemulihan perekonomian.

“Momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak. Baik Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

(Baca juga: Bayar Pajak Kewajiban Konstitusi Warga, Sri Mulyani: Sehatkan Keuangan Negara )

Hasil Survei Kondisi Dunia Usaha (SKDU) dan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilaksanakan BI mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha dan penguatan penjualan eceran Jatim pada triwulan III 2020.

Hal ini juga tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha u?ama Jawa Timur seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Konstruksi. “Selain i?u, lapangan usaha akomodasi, makanan dan minuman serta transportasi yang sebelumnya terkontraksi sangat dalam juga sudah menunjukkan pemulihan,” ungkap Difi.

BI Jatim juga mencatat realisasi belanja daerah Pemprov Jatim di triwulan III 2020 mencapai 65%. Capaian itu termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi provinsi lain, yang hanya berada di kisaran 50%. Dari Sisi pembiayaan, restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh perbankan telah diberikan kepada 2,4 juta nasabah di Jatim dengan nominal kredit sebesar Rp106,4 triliun.

Dari sisi moneter, BI mendukung pemulihan perekonomian daerah dengan mengawal pembukaan sektor prioritas secara aman. BI juga mendorong penguatan promosi ekspor maupun substitusi impor dan memperluas digitalisasi pembayaran.

(Baca juga: Gubernur BI: Alhamdulillah, Masa Kritis Ekonomi Sudah Lewat )

“Sektor pariwisata saat ini sudah menunjukkan perbaikan. Namun masih terkontraksi sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata,” tandas Difi.

Difi yakin, ekonomi Jatim di tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif atau lebih baik dibandingkan tahun 2020. Untuk mendukung hal tersebut, BI Jatim akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kestabilan harga. Yakni dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, penguatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan perdagangan antar daerah. “Kami juga akan mengembangkan klaster komoditas strategis,” kata Difi.

Di sisi lain, BI juga terus mendorong ekonomi digital untuk menjadikan Jatim sebagai smart province. Upaya itu diwujudkan melalui percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, perluasan elektronifikasi transaksi pembayaran (QRIS), On-boarding UMKM, serta digitalisasi UMKM.

“Kami juga akan meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, yaitu penguatan ekonomi syariah, riset dan survei dengan berbagai lembaga, penguatan rumah kurasi, serta bersinergi dengan OJK untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan,” pungkas Difi.

Sementara itu, Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti yang hadir dalam pertemuan ini mendorong BI Jatim untuk menambah dukungan modal pelaku UMKM. Ini dilakukan untuk percepatan pemulihan ekonomi buntut pandemi COVID-19. Pihaknya juga meminta agar BI memperkuat kebijakan makroprudensial. Ini perlu dilakukan untuk mendorong pembiayaan inklusif, khususnya kepada UMKM," ucap La Nyalla
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Apresiasi Keterlibatan...
Apresiasi Keterlibatan BI Jakarta, Bang Dul: Ini Role Model Indonesia
Bantu Warga Urus Sertifikat,...
Bantu Warga Urus Sertifikat, 40 Kantor Pertahanan di Jatim Tetap Beroperasi saat Lebaran
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 2025 Lampaui Nasional
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Berita Terkini
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved