Mojokerto Gempar, Wanita Tanpa Busana Tewas Penuh Luka Mengapung di Sungai Brantas

Selasa, 24 November 2020 - 13:44 WIB
loading...
Mojokerto Gempar, Wanita...
Anggota kepolisian dan relawan mengevakuasi jenazah wanita tanpa busana mengapung di Dam Sipon, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
MOJOKERTO - Seorang perempuan ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (24/11/2020). Saat ditemukan warga, kondisi jenazah sudah membusuk tanpa memakai busana. (Baca juga: Survei Uinsa, Machfud Arifin-Mujiaman Pecundangi Eri Cahyadi-Armudji )

Sekitar pukul 07.00 WIB, warga setempat menemukan sesosok jenazah yang mengapung di dam Sipon, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Kondisi jenazah yang sudah membusuk itu berulangkali tergulung aliran air yang cukup deras. Seleng beberapa jam, petugas kepolisian dan relawan melakukan evakuasi.

Lantaran aliran air yang deras, relawan memilih untuk tidak menjeburkan diri ke sungai. Evakuasi jenazah perempuan dewasa itu dilakukan dengan menggunakan tali dan mengaitkannya ke ranting pohon. Meski cukup lama, evakuasi akhirnya berhasil. Jenazah perempuan ini dikirim ke RSUD RA Basoeni, Gedeg beberapa saat setelah dilakukan evakuasi.

Niki, salah satu relawan mengungkapkan, sebelum dilakukan evakuasi, jenazah dalam kondisi tanpa busana. Diperkirakan, perempuan ini meninggal dunia hamper seminggu. Setidaknya, itu bisa dilihat dari kondisi jenazah yang sudah mengembung dan membusuk. (Baca juga: Miris, Satu Keluarga di Labuhanbatu Tertangkap Polisi Akibat Bisnis Sabu )

"Kondisinya sudah membusuk dengan bau yang menyengat. Kulitnya juga sudah mengelupas sehingga sulit dikenali. Diperkirakan ini sudah meninggal dunia semingguan," terang Niki di lokasi evakuasi.



Dam Sipon, kerap kali menjadi tempat jenazah mengapung. Itu karena di dam ini terdapat pusaran air yang cukup dalam. Sehingga, benda apapun yang melewati dam ini, kerap kali berputar di pusaran air. "Evakuasinya juga lebih sulit karena ada pusaran air yang membayakan jika relawan berada di atasnya," katanya. (Baca juga: Prajurit TNI AL Lantamal XIV Terluka Parah, Ditembak OTK di Kota Sorong )

Kapolsek Gedeg, AKP Edy Purwo mengatakan, diperkirakan jenazah perempuan itu hanyut di sungai selama seminggu. Kondisi jenazah yang sudah rusak menandaskan dugaan itu. Karena kondisi jenazah yang rusak, pihaknya sulit untuk melakukan identifikasi secara menyeluruh.

"Kita hanya bisa melihat jika jenazah itu adalah perempuan. Ciri-ciri tidak bisa lagi dikenali karena memang kondisinya yang sudah rusak. Perkiraan sudah seminggu hanyut di sungai," terang Edy Purwo.

Petugas juga menemukan sejumlah luka di tubuh korban . Namun belum bisa dipastikan penyebab kematian korban. "Luka itu belum kita identifikasi pasti apa penyebabnya. Ini akan dilakukan visum dan akan ketahuan pasti penyebab kematiannya," tandasnya. (Baca juga: Ada Bekas Tapak Kaki di Jalur Evakuasi Merapi, Jejak Macam Tutul? )

Ia meminta segenap masyarakat untuk ikut melakukan identifikasi korban . "Kalau ada tetangga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, khususnya perempuan dewasa, untuk bisa melapor dan melakukan pengecekan," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
Polres Maluku Kirim...
Polres Maluku Kirim SPDP Penusukan Nus Kei ke Jaksa, Pelaku Dijerat Hukuman Mati
Terungkap, Pria Tega...
Terungkap, Pria Tega Bunuh Ibu Tiri di Tangerang Positif Narkoba
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved